• Penanggalan Ibrani

    Maret 2017
    S S R K J S M
    « Feb    
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031  
  • INFORMASI PENTING

  • Pendapat Anda

    josysuitela di HIPNOTIS ALKITABIAH ATAU …
    josysuitela di HIPNOTIS ALKITABIAH ATAU …

Trik: Mengalahkan Raksasa Kehidupan

facing-giant“Siapakah orang Filistin yang tak bersunat ini, sampai ia berani mencemoohkan barisan daripada Allah yang hidup?” (1 Samuel 17:26)

Kita mungkin sedang menghadapi raksasa hari ini. Raksasa itu mungkin penyakit atau kegagalan, kekurangan uang atau jenis kesusahan lain. Tetapi janganlah itu menakutkan kita. Sebab kita mempunyai sebuah senjata rahasia. Senjata yang pernah mengubah seorang pemuda gembala menjadi juara pengusir beruang, pembunuh singa dan pembantai raksasa. Senjata itu adalah perjanjian darah dengan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Pada masa Daud dahulu, sunat adalah tanda dari perjanjian itu. Jadi, ketika dia menyebut Goliat orang yang tidak bersunat, Daud sebenarnya berkata: Orang ini boleh jadi seorang raksasa; dia mungkin kuat, tetapi dia tidak mempunyai perjanjian dengan Tuhan dan karena itu aku akan membununya.

Seperti Daud, kita juga mempunyai perjanjian. Tetapi perjanjian yang kita miliki itu lebih baik. Perjanjian yang dipunyai Daud menawarkan sejumlah berkat kepada mereka yang memelihara perjanjian itu, tetapi juga memuat kutuk bagi yang melanggar perjanjian itu.

Perjanjian yang kita punyai tidak demikian. Perjanjian milik kita adalah Perjanjian Baru yang dibayar oleh Yesus dengan darah-Nya sendiri. Sunat yang kita miliki adalah sunat hati bukan fisik (Roma 2:29). Maka perjanjian kita adalah perjanjian rohani yang dilakukan oleh Tuhan sendiri. Perjanjian itu tidak bergantung pada kesanggupan kita. Itu bergantung pada-Nya. Dia telah melakukannya semua! Yang harus kita lakukan hanyalah mempercayainya dan menerimanya.

Bacalah Ulangan 28:16-68. Itu adalah daftar dari kutukan yang telah dibebaskan Kristus dari hidup kita. Selidikilah bagian ini dan bersukacitalah! Tuhan telah menyembuhkan kita. Dan membebaskan kita dari hal-hal itu.

Jangan biarkan raksasa mana pun menakut-nakuti kita. Sebab kita mempunyai perjanjian darah dengan Tuhan Yang Mahakuasa. Tiada keadaan yang tidak bersunat di muka bumi ini yang dapat merampas kemenangan itu dari kita.

 

Diubah menjadi mulia

“Janganlah kamkupu-kupuu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaruan pikiranmu” (Roma 12:2)

Di bagian dalam, kita orang yang percaya Mesias memlliki kesempurnaan – dilahirkan kembali dalam citra Yesus sendiri. Namun di bagian luar malah kita mendapati diri kita mengecewakan, kurang dari kesempurnaan. Lalu bagaimana mengsinkronkan antara yang di dalam dengan di luar? Jawabannya terletak pada “pembaruan pikiran kita”.

Roma 12:2 memberitahukan kepada kita bahwa, pikiran kita bisa dibaharui kalau kita mau. Kata “berubah” diterjemahkan dari kata “metamorfosis”. Kata ini digunakan dalam Alkitab di dua tempat lain.

Salah satunya ialah ketika Yesus diubahkan di Gunung pada saat Dia berbicara dengan Musa dan Elia. Ada juga di dalam 2 Korintus 3:18 yang berbunyi,”Tetapi kita semua, dengan wajah terbuka memandang kemuliaan Tuhan seperti pada cermin, diubahkan menjadi citra yang sama dari kemuliaan menuju kemuliaan, yaitu oleh Roh Tuhan”.

Diubahkan ! Kata ini ampuh dan menggairahkan, serta melukiskan hal yang akan terjadi pada diri kita di saat kita meluangkan waktu untuk memandang Tuhan dalam Firman dan dalam doa. Pada saat kita meluangkan waktu membarui pikiran kita, maka bagian luar kita akan diubahkan juga. Perubahan yang hampir mirip dengan proses seekor ulat diubahkan menjadi seekor kupu-kupu. Citra dunia kita akan diganti menjadi serupa dengan citra roh yang dilahirkan kembali dalam kebenaran dan kesucian sejati.

Mari luangkan waktu untuk menjahui dunia dan mempelajari firman Tuhan. Renungkanlah itu dan biarkanlah itu mengubah kita dari dalam ke luar. Maka kupu-kupu rohani yang indah dalam hidup kita akan nampak menjadi berkat bagi orang lain dan memuliakan Mesias Yesus Tuhan kita.

Selamat Datang di Liga Utama

“Berbahagialah kamu jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala sesuatu yang jahat. Bersucitalah dan bergembiralah, karena upahmu besar di surga…” (Matius 5:11-12)

liga-utamaBila aniaya datang, janganlah diam saja dan merengek-rengek menghadapinya. Jangan membuang waktu dengan merasa iba diri.  Ketahuilah aniaya datang bukan karena Iblis ingin mencari kesenangan atas kita.  Aniaya datang karena kita sudah dianggap Iblis sebagai ancaman baginya. Itu datang karena kita telah memasukkan Firman di hati yang bila tidak dikeluarkan Iblis maka akan menimbulkan kesulitan yang besar bagi Iblis.

Jadi bersukacitalah! Aniaya berat berarti kita telah berhasil masuk ke dalam liga utama. Itu berarti iblis menanggapi kita dengan serius sekali sehingga dia mengirim pemainnya yang terbaik dalam usaha menyingkirkan kita dari pertandingan!

Para pemain yang berhasil masuk ke dalam stadion utama tentunya takkan berusaha untuk meniggalkan gelanggang begitu saja, bukan? Sebab mereka telah berusaha sepanjang hidupnya mempersiapkan diri untuk mencapai level utama. Mereka takkan berkata, “ Ah, ingin rasanya aku tidak berada dalam pertandingan sehebat ini. Lawan-lawanku adalah pemain-pemain terbesar dan terkejam”. Para pemain di liga utama akan berusaha melawan dengan seluruh daya mereka, untuk membuktikan bahwa mereka bisa memperoleh kemenangan.

Begitulah seharusnya sikap kita bila iblis menantang kita. Kita harus menyambut tantangan itu dengan sukacita, sambil menyadari bahwa kita akan keluar sebagai pemenang. Bagaimanapun, Tuhan akan selalu mengusahakan keberhasilan kita. Dia tidak pernah berhenti dan meragukan apakah Dia mempunyai cukup sumber daya untuk menolong kita mengatasi setiap masalah kita. Dia tahu Dia dapat mengalahkan segala sesuatu yang didatangan iblis untuk melawan kita.

Jadi, bila aniaya datang, percayalah kepada-Nya dan bersukacitalah karena tahu sekarang bahwa kita telah berhasil masuk ke dalam liga utama.

Tuhan berdaulat atas setiap pilihan

pilkada   Beberapa hari lagi kita akan mengadakan pesta demokrasi tingkat propinsi dan kota di Indonesia. Atmosper politik pun sudah terasa panas sejak 6 bulan terakhir apalagi menjelang hari pencoblosan (Rabu, 15 Februari). Berbagai cara dilakukan oleh setiap paslon untuk menarik warga Jakarta memilih mereka.

Ada yang berkampanye dengan fair dan kreatif tapi ada juga yang menggunakan cara-cara licik seperti black campaign dan penggunaan isu SARA.

Dinamika politik PILKADA di propinsi DKI Jakarta terasa berbeda dengan pilkada di propinsi Indonesia lainnya. Keterlibatan para mantan presiden dan jendral dalam mendukung paslon memberi kesan Pilkada Jakarta bagaikan arena Pilpres. Banyak energi dan dana yang sudah dikeluarkan untuk sebuah pilihan. Namun apapun pilihan warga Jakarta itu berasal dari Tuhan, sebab pada Amsal 16:1 menyatakan, We may make our plans, but God has the last word,” (TEV;Good News Translation). Manusia dapat menimbang-nimbang dalam hati, tetapi jawaban lidah berasal dari pada TUHAN.

Segala usaha paslon dan para pendukungnya tentu baik untuk warga Jakarta menimbang-nimbang sebelum menentukan pilihannya. Tapi keputusan akhir berasal dari Tuhan. Keyakinan akan kedaulatan Tuhan atas setiap hal yang terjadi dalam sejarah hidup manusia adalah sesuatu yang dapat menghibur kita. Meskipun usaha manusia menimbang-nimbang untuk memilih perkataan dan tindakan, diakhir setiap keputusan di sana ada Tuhan.

Oleh sebab itu, apapun hasil dari Pilkada DKI yang akan datang kita tahu sekarang Tuhan ada di sana bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi orang Kristen yang mengasihi Dia yang terpanggil sesuai rencana-Nya. Kiranya damai sejahtera turun atas Jakarta dan Indonesia. Selamat memilih.

Urgent, Panggilan Berdoa Syafaat

doa“Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur” (Matius 5:4)

Apakah yang sebenarnya dibicarakan Yesus ketika Dia mengucapkan kata-kata itu? Sesungguhnya Dia sedang berbicara tentang dukacita seorang pendoa syafaat. Dia sedang mengajar tentang hiburan yang datang kepada pendoa syafaat itu ketika dia diyakinkan oleh Roh Kudus bahwa dia telah berdoa tuntas.

Berdoa tuntas berarti “menerobos rintangan yang telah menghambat karya Tuhan dalam kehidupan orang-orang lain. Itu berarti menggunakan senjata rohani kita untuk memukul mundur kuasa kegelapan yang mengepung mereka.

Ada kebutuhan yang mendesak bagi para pendoa syafaat yang mau menghadap Tuhan dan menggapai rahmat dan belas kasihan-Nya untuk kota dan bangsa ini.

Bagi para pejuang doa yang mau bertekun sampa mereka mendapat kepastian batin, dalam roh mereka, bahwa setiap rintangan telah dihancurkan dan setiap perbudakan/intimidasi telah ditiadakan.

Tuhan sedang mencari pendoa syafaat seperti itu – dan ada hal-hal tertentu yang takkan terjadi di bumi ini sebelum Dia menemukan orang-orang seperti itu. Jika Anda bertanya-tanya,” Apakah saya salah seorang yang telah terpanggil untuk berdoa syafaat?” maka Anda barangkali terpanggil.

Tuhan sedang memanggil para pemercaya di mana-mana untuk mengalami jenis dukacita dan hiburan unik yang hanya diketahui oleh para pendoa syafaat. Dia sedang memanggil kita untuk menyerahkan hidup kita bagi orang lain melalui doa.

Di suatu tempat di dunia, seseorang memerlukan kita untuk mendoakan mereka sampai tuntas. Luangkan waktu untuk berlutut pada hari ini.

Trik, Mengubah Ucapan Kasar

thanksMenjadi seorang pemercaya tidaklah mudah, seringkali kita terpancing untuk berbicara kasar, caci-maki, kecaman, umpatan dan sungut-sungut. Mengucapkan itu semua lebih gampang daripada mengucapkan berkat, pujian dan syukur.

Apa yang kita ucapkan akan mempengaruhi hati dan keadaan di sekitar kita. Seorang pemercaya diharapkan mengubah kata-kata yang keluar dari mulutnya sehingga dapat menghadirkan damai sejahtera. Dalam Efesus 5:4 mengatakan,”(Biarlah jangan) ada pembicaraan yang kasar, bodoh atau sembrono; semua hal ini tidak pada tempatnya; engkau lebih baik bersyukur kepada Tuhan (New English Bible).

Kita tidak dapat berbicara kasar dan bersyukur kepada Tuhan sekaligus pada waktu bersamaan. Kita tidak akan dapat mengecam orang lain, jika kita mempunyai sikap bersyukur terhadap keberadaan mereka.

Sebab itu berhentilah mengembangkan kebiasaan berbicara kasar, mulailah mengubah kebiasaan itu pada hari ini. Bila ada seseorang merintangi kita di tempat tugas, di sekolah atau di mana saja, dan kita tergoda untuk mencabik-cabik mereka dengan kata-kata kejam, berhentilah! Lalu gunakanlah beberapa saat untuk mengucap syukur dan pujian kepada Tuhan. Sebab begitu kita mulai memikirkan tentang betapa baiknya Tuhan itu, maka sering kata-kata kasar dan gusar itu akan lenyap dan tidak terucapkan lagi.

Mari latihlah lidah kita untuk menaikkan pujian bagi Tuhan, bukannya untuk menghancurkan orang lain. Kemudian hidup berdama dengan orang lain akan menjadi lebih mudah.

Otoritas Mutlak Firman

godword..Aku, TUHAN tidak berubah (Maleakhi 3:6)

Susunan segala sesuatu dari dunia ini tidak pasti dan tidak jelas. Kata-kata ketidakpastian diserukan setiap hari di media sosial, internet, televisi dan koran. Segala sesuatu sekitar kita tampaknya dalam kerusuhan.

Tetapi puji Tuhan, jika Anda seorang pemercaya maka Anda mempunyai sesuatu yang dapat diandalkan, yaitu: Firman Tuhan yang tidak pernah berubah!

Tuhan tidak mempunyai tolak ukur ganda. Dia tidak mengatakan satu hal hari ini dan hal lain lagi esok hari. Dia sama, kemarin, hari in dan selama-lamanya.

Jika kita mau menjadikan Firman sebagai otoritas mutlak dalam hidup kita, maka itu akan memberi kemantapan ketika semua hal lain sekelilling kita runtuh. Jika kita membiarkan Firman Tuhan menyelesaikan persoalan-persoalan hidup kita, maka kita akan yakin ketika orang lain dalam kebingunan. Kita akan merasa damai ketika orang lain ada di bawah tekanan. Kita akan menang ketika orang lain dikalahkan!

Apakah artinya menjadikan Firman Tuhan sebagai otoritas? Itu berarti mempercayai perkataan-Nya ketimbang mempercayai perkataan manusia. Itu berarti mempercayai perkataan-Nya dan bukannya perkataan Iblis. Itu berarti mempercayai perkataan-Nya dan bukannya keadaan sekitar.

Mari bulatkan tekad di hati kita hari ini untuk melakukan hal itu. Ambillah keputusan untuk hidup dengna iman, bukan berdasarkan pendangan mata. Serahkan diri kita kepada otoritas Firman Tuhan, maka tidak ada apa pun yang dapat merampas damai sejahtera kita.