• Penanggalan Ibrani

    Februari 2017
    S S R K J S M
    « Okt    
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728  
  • INFORMASI PENTING

  • Pendapat Anda

    josysuitela di HIPNOTIS ALKITABIAH ATAU …
    josysuitela di HIPNOTIS ALKITABIAH ATAU …

Selamat Datang di Liga Utama

“Berbahagialah kamu jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala sesuatu yang jahat. Bersucitalah dan bergembiralah, karena upahmu besar di surga…” (Matius 5:11-12)

liga-utamaBila aniaya datang, janganlah diam saja dan merengek-rengek menghadapinya. Jangan membuang waktu dengan merasa iba diri.  Ketahuilah aniaya datang bukan karena Iblis ingin mencari kesenangan atas kita.  Aniaya datang karena kita sudah dianggap Iblis sebagai ancaman baginya. Itu datang karena kita telah memasukkan Firman di hati yang bila tidak dikeluarkan Iblis maka akan menimbulkan kesulitan yang besar bagi Iblis.

Jadi bersukacitalah! Aniaya berat berarti kita telah berhasil masuk ke dalam liga utama. Itu berarti iblis menanggapi kita dengan serius sekali sehingga dia mengirim pemainnya yang terbaik dalam usaha menyingkirkan kita dari pertandingan!

Para pemain yang berhasil masuk ke dalam stadion utama tentunya takkan berusaha untuk meniggalkan gelanggang begitu saja, bukan? Sebab mereka telah berusaha sepanjang hidupnya mempersiapkan diri untuk mencapai level utama. Mereka takkan berkata, “ Ah, ingin rasanya aku tidak berada dalam pertandingan sehebat ini. Lawan-lawanku adalah pemain-pemain terbesar dan terkejam”. Para pemain di liga utama akan berusaha melawan dengan seluruh daya mereka, untuk membuktikan bahwa mereka bisa memperoleh kemenangan.

Begitulah seharusnya sikap kita bila iblis menantang kita. Kita harus menyambut tantangan itu dengan sukacita, sambil menyadari bahwa kita akan keluar sebagai pemenang. Bagaimanapun, Tuhan akan selalu mengusahakan keberhasilan kita. Dia tidak pernah berhenti dan meragukan apakah Dia mempunyai cukup sumber daya untuk menolong kita mengatasi setiap masalah kita. Dia tahu Dia dapat mengalahkan segala sesuatu yang didatangan iblis untuk melawan kita.

Jadi, bila aniaya datang, percayalah kepada-Nya dan bersukacitalah karena tahu sekarang bahwa kita telah berhasil masuk ke dalam liga utama.

Tuhan berdaulat atas setiap pilihan

pilkada   Beberapa hari lagi kita akan mengadakan pesta demokrasi tingkat propinsi dan kota di Indonesia. Atmosper politik pun sudah terasa panas sejak 6 bulan terakhir apalagi menjelang hari pencoblosan (Rabu, 15 Februari). Berbagai cara dilakukan oleh setiap paslon untuk menarik warga Jakarta memilih mereka.

Ada yang berkampanye dengan fair dan kreatif tapi ada juga yang menggunakan cara-cara licik seperti black campaign dan penggunaan isu SARA.

Dinamika politik PILKADA di propinsi DKI Jakarta terasa berbeda dengan pilkada di propinsi Indonesia lainnya. Keterlibatan para mantan presiden dan jendral dalam mendukung paslon memberi kesan Pilkada Jakarta bagaikan arena Pilpres. Banyak energi dan dana yang sudah dikeluarkan untuk sebuah pilihan. Namun apapun pilihan warga Jakarta itu berasal dari Tuhan, sebab pada Amsal 16:1 menyatakan, We may make our plans, but God has the last word,” (TEV;Good News Translation). Manusia dapat menimbang-nimbang dalam hati, tetapi jawaban lidah berasal dari pada TUHAN.

Segala usaha paslon dan para pendukungnya tentu baik untuk warga Jakarta menimbang-nimbang sebelum menentukan pilihannya. Tapi keputusan akhir berasal dari Tuhan. Keyakinan akan kedaulatan Tuhan atas setiap hal yang terjadi dalam sejarah hidup manusia adalah sesuatu yang dapat menghibur kita. Meskipun usaha manusia menimbang-nimbang untuk memilih perkataan dan tindakan, diakhir setiap keputusan di sana ada Tuhan.

Oleh sebab itu, apapun hasil dari Pilkada DKI yang akan datang kita tahu sekarang Tuhan ada di sana bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi orang Kristen yang mengasihi Dia yang terpanggil sesuai rencana-Nya. Kiranya damai sejahtera turun atas Jakarta dan Indonesia. Selamat memilih.

Urgent, Panggilan Berdoa Syafaat

doa“Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur” (Matius 5:4)

Apakah yang sebenarnya dibicarakan Yesus ketika Dia mengucapkan kata-kata itu? Sesungguhnya Dia sedang berbicara tentang dukacita seorang pendoa syafaat. Dia sedang mengajar tentang hiburan yang datang kepada pendoa syafaat itu ketika dia diyakinkan oleh Roh Kudus bahwa dia telah berdoa tuntas.

Berdoa tuntas berarti “menerobos rintangan yang telah menghambat karya Tuhan dalam kehidupan orang-orang lain. Itu berarti menggunakan senjata rohani kita untuk memukul mundur kuasa kegelapan yang mengepung mereka.

Ada kebutuhan yang mendesak bagi para pendoa syafaat yang mau menghadap Tuhan dan menggapai rahmat dan belas kasihan-Nya untuk kota dan bangsa ini.

Bagi para pejuang doa yang mau bertekun sampa mereka mendapat kepastian batin, dalam roh mereka, bahwa setiap rintangan telah dihancurkan dan setiap perbudakan/intimidasi telah ditiadakan.

Tuhan sedang mencari pendoa syafaat seperti itu – dan ada hal-hal tertentu yang takkan terjadi di bumi ini sebelum Dia menemukan orang-orang seperti itu. Jika Anda bertanya-tanya,” Apakah saya salah seorang yang telah terpanggil untuk berdoa syafaat?” maka Anda barangkali terpanggil.

Tuhan sedang memanggil para pemercaya di mana-mana untuk mengalami jenis dukacita dan hiburan unik yang hanya diketahui oleh para pendoa syafaat. Dia sedang memanggil kita untuk menyerahkan hidup kita bagi orang lain melalui doa.

Di suatu tempat di dunia, seseorang memerlukan kita untuk mendoakan mereka sampai tuntas. Luangkan waktu untuk berlutut pada hari ini.

Trik, Mengubah Ucapan Kasar

thanksMenjadi seorang pemercaya tidaklah mudah, seringkali kita terpancing untuk berbicara kasar, caci-maki, kecaman, umpatan dan sungut-sungut. Mengucapkan itu semua lebih gampang daripada mengucapkan berkat, pujian dan syukur.

Apa yang kita ucapkan akan mempengaruhi hati dan keadaan di sekitar kita. Seorang pemercaya diharapkan mengubah kata-kata yang keluar dari mulutnya sehingga dapat menghadirkan damai sejahtera. Dalam Efesus 5:4 mengatakan,”(Biarlah jangan) ada pembicaraan yang kasar, bodoh atau sembrono; semua hal ini tidak pada tempatnya; engkau lebih baik bersyukur kepada Tuhan (New English Bible).

Kita tidak dapat berbicara kasar dan bersyukur kepada Tuhan sekaligus pada waktu bersamaan. Kita tidak akan dapat mengecam orang lain, jika kita mempunyai sikap bersyukur terhadap keberadaan mereka.

Sebab itu berhentilah mengembangkan kebiasaan berbicara kasar, mulailah mengubah kebiasaan itu pada hari ini. Bila ada seseorang merintangi kita di tempat tugas, di sekolah atau di mana saja, dan kita tergoda untuk mencabik-cabik mereka dengan kata-kata kejam, berhentilah! Lalu gunakanlah beberapa saat untuk mengucap syukur dan pujian kepada Tuhan. Sebab begitu kita mulai memikirkan tentang betapa baiknya Tuhan itu, maka sering kata-kata kasar dan gusar itu akan lenyap dan tidak terucapkan lagi.

Mari latihlah lidah kita untuk menaikkan pujian bagi Tuhan, bukannya untuk menghancurkan orang lain. Kemudian hidup berdama dengan orang lain akan menjadi lebih mudah.

Otoritas Mutlak Firman

godword..Aku, TUHAN tidak berubah (Maleakhi 3:6)

Susunan segala sesuatu dari dunia ini tidak pasti dan tidak jelas. Kata-kata ketidakpastian diserukan setiap hari di media sosial, internet, televisi dan koran. Segala sesuatu sekitar kita tampaknya dalam kerusuhan.

Tetapi puji Tuhan, jika Anda seorang pemercaya maka Anda mempunyai sesuatu yang dapat diandalkan, yaitu: Firman Tuhan yang tidak pernah berubah!

Tuhan tidak mempunyai tolak ukur ganda. Dia tidak mengatakan satu hal hari ini dan hal lain lagi esok hari. Dia sama, kemarin, hari in dan selama-lamanya.

Jika kita mau menjadikan Firman sebagai otoritas mutlak dalam hidup kita, maka itu akan memberi kemantapan ketika semua hal lain sekelilling kita runtuh. Jika kita membiarkan Firman Tuhan menyelesaikan persoalan-persoalan hidup kita, maka kita akan yakin ketika orang lain dalam kebingunan. Kita akan merasa damai ketika orang lain ada di bawah tekanan. Kita akan menang ketika orang lain dikalahkan!

Apakah artinya menjadikan Firman Tuhan sebagai otoritas? Itu berarti mempercayai perkataan-Nya ketimbang mempercayai perkataan manusia. Itu berarti mempercayai perkataan-Nya dan bukannya perkataan Iblis. Itu berarti mempercayai perkataan-Nya dan bukannya keadaan sekitar.

Mari bulatkan tekad di hati kita hari ini untuk melakukan hal itu. Ambillah keputusan untuk hidup dengna iman, bukan berdasarkan pendangan mata. Serahkan diri kita kepada otoritas Firman Tuhan, maka tidak ada apa pun yang dapat merampas damai sejahtera kita.

“Babes in Christ.”

babbyAnd I, brethren, could not speak unto you as unto spiritual, but as unto carnal, even as unto babes in Christ 1 Corinthians 3:1

Are you mourning, believer, because you are so weak in the divine life: because your faith is so little, your love so feeble? Cheer up, for you have cause for gratitude. Remember that in some things you are equal to the greatest and most full-grown Christian. You are as much bought with blood as he is. You are as much an adopted child of God as any other believer. An infant is as truly a child of its parents as is the full-grown man. You are as completely justified, for your justification is not a thing of degrees: your little faith has made you clean every whit.

You have as much right to the precious things of the covenant as the most advanced believers, for your right to covenant mercies lies not in your growth, but in the covenant itself; and your faith in Jesus is not the measure, but the token of your inheritance in him. You are as rich as the richest, if not in enjoyment, yet in real possession. The smallest star that gleams is set in heaven; the faintest ray of light has affinity with the great orb of day.

In the family register of glory the small and the great are written with the same pen. You are as dear to your Father’s heart as the greatest in the family. Jesus is very tender over you. You are like the smoking flax; a rougher spirit would say, “put out that smoking flax, it fills the room with an offensive odour!” but the smoking flax he will not quench. You are like a bruised reed; and any less tender hand than that of the Chief Musician would tread upon you or throw you away, but he will never break the bruised reed. Instead of being downcast by reason of what you are, you should triumph in Christ.

Am I but little in Israel? Yet in Christ I am made to sit in heavenly places. Am I poor in faith? Still in Jesus I am heir of all things. Though “less than nothing I can boast, and vanity confess.” yet, if the root of the matter be in me I will rejoice in the Lord, and glory in the God of my salvation.

Perjuangan Orang Percaya

2016-10-09-2

Bacaan : (Efesus 6:10-20)

Surat Efesus adalah salah satu surat yang ditulis Rasul Paulus dari dalam penjara. Surat ini ditujukan bukan hanya kepada jemaat di Efesus tapi juga kepada semua saudara/i orang percaya (my brethen) yang ada di Asia kecil. Di kota Efesus, Rasul Paulus pernah tinggal 3 tahun lamanya dan merintis sebuah jemaat yang paling aktif dan berkembang pesat dibandingkan jemaat-jemaat di Asia kecil lainnya.

Berdasarkan catatan Alkitab dan penemuan arkeolog, kota Efesus merupakan kota penyembahan berhala terbesar di dunia pada waktu itu. (Kis 19:27). Bahkan juga menjadi kota Metropolitan kedua setelah Athena di zaman Kekaisaran Romawi. Secara perekonomian kota Efesus memiliki pendapatan kekayaan yang berasal dari para penziarah yang datang dari seluruh dunia. Mereka bukan hanya datang untuk berziarah tapi juga berdagang.

Dengan kondisi kerohanian dan perekonomian seperti ini, kota Efesus menjadi kota yang modern dan makmur pada zamannya. Namun ini menjadi tantangan bagi orang-orang Kristen yang ada di Efesus karena mereka harus berjuang melawan tawaran kedagingan (hedonistik, materialistik, konsumeristik), sinkritisme, penderitaan dan aniaya atas iman mereka.

Kondisi yang dihadapi jemaat Efesus tidak jauh berbeda dengan kita sekarang ini. Serangan musuh yang bertubi-tubi baik dari kedagingan (flesh), dunia (world) dan setan (evil). Menantang kita untuk dapat bertahan (defense) dari setiap serangan musuh dalam tipu daya dan panah api si jahat, selain juga menyerang (offense) setiap benteng-benteng musuh.

Seperti Rasul Paulus meminta/mendesak jemaat Efesus untuk tetap kuat dan berdiri sampai akhir. Demikian permintaan ini diperuntukkan juga bagi kita. Lalu bagaimana kita dapat tetap kuat dan berdiri tegap dalam pergumulan/perjuangan iman kita? Bila kita memperhatikan teks ini dengan seksama, paling tidak ada 4 tindakkan yang dapat kita lakukan untuk dapat tetap kuat dan berdiri dalam perjuangan iman ini.

1. Jadilah kuat Be Strong –ay. 10 (tinggalah dalam kekuatan kuasa-Nya -dynamite –kata yang sama digunakan dlm Kis 1:8) Passive Imperative: Let Jesus make you strong- menerima kuasa dari Roh Kudus. Jadi bedirilah tegap – ay.14 Active Imperative: Maintain Your Ground!

2. Kenalilah musuhmu – ay. 12 mengenal lawan = sudah memenangi 80% lebih peperangan.

a. Pemerintah ( archai ) pangeran setan , mengatur seluruh negara dan wilayah ; mereka menguasai dunia untuk Iblis dan bekerja melalui agama , okultisme , keuangan , politik , seks

b. Penguasa ( exousia ) – mereka melaksanakan atau mengeksekusi rencana Iblis dan kerajaan-kerajaan yang bekerja langsung di bawah Setan

c. Penghulu ( komokratoras ) baik supernatural dan natural pemerintah dunia / aturan yang berada di bawah Penguasa

d. roh-roh jahat ( Pneumatikos ) roh-roh jahat yang menganggu dan menguasai manusia misalnya dalam bentuk penyakit, kematian , penderitaan , perbudakan , dll
Kenali siapa dan apa strategi musuh. (2 Korintus 2:11 “ supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya”)

3. Kenakanlah – ay.13-17 Seluruh perlengkapan senjata, tidak sebagian dikenakan, tapi sepenuhnya.

a. Berikatpinggangkan kebenaran – Truth (ay. 14a)
b. Berbajuzirahkan Keadilan – Righteousness (ay. 14b)
c. Kasut kerelaan memberitakan Injil (ay. 15)
d. Perisai iman (ay. 16)
e. Ketopong keselamatan (ay. 17a)
f. Pedang Roh – God’s Word (ay. 17b)

4. Berserulah –ay.18-20

a. Dalam segala doa dan permohonan (1 Kor 14:14; Roma 8:26),
b. Setiap waktu dan tidak terputus-putus (Luk18:1-8)

Perjuangan penganut Jalan Tuhan akan terus berlangsung sampai tiba hari kedatangan Kristus. Menanti saat itu tiba, orang-orang Kristen diminta untuk tetap di dalam Tuhan dan berdiri teguh dengan perlengkapan senjata rohani yang Tuhan sudah sediakan. Sampai kita berkata, “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman”. (2 Tim 4:7). Amin