• Penanggalan Ibrani

    Januari 2017
    S S R K J S M
    « Okt    
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    3031  
  • INFORMASI PENTING

  • Pendapat Anda

    josysuitela di HIPNOTIS ALKITABIAH ATAU …
    josysuitela di HIPNOTIS ALKITABIAH ATAU …

HIDUPLAH SEBAGAI ORANG MERDEKA ( (1 Pet 2:13-17))

merdeka

Pada waktu kejatuhan komunis di negara-negara Eropa dan Rusia di tahun 1990 dan 1991 masyarakat dunia menyambutnya dengan gembira apalagi warga masyarakat yang tinggal di negara-negara tersebut. Mereka begitu merasa bebas setelah terkungkung selama 30 tahun dalam rasa takut dan intimidas. Kini udara kemerdekaan pun mereka nikmati. Namun “kebebasan” yang mereka terima itu diumbar dengan berlebihan bahkan kebablasan. Prilaku pornografi, prostitusi, penyalahgunaan narkoba dan kejahatan terorganisir meningkat tajam. Rakyat yang tadinya merasa bebas kini malah dicekam rasa takut bahaya dan perasaan tidak aman. Kemerdekaan yang mereka idam-idamkan indah, ternyata tidak sepenuhnhya bebas dari rasa takut dan bahaya.
Pandangan Alkitab tentang kemerdekaan (kebebasan) dilatarbelakangi pemikiran tentang penahanan dalam penjara atau perbudakan. Para penguasa memenjarakan orang yg dipandang bersalah ( Kej 39:20); suatu bangsa yg dikalahkan akan diperbudak oleh bangsa yg mengalahkannya, atau tawanan perang oleh penakluknya, atau juga karena secara pribadi seperti Yusuf, dijual sebagai budak. Kalau Alkitab berkata-kata tentang kemerdekaan, terkandung pengertian tentang perbudakan atau penahanan dalam penjara, sebelum kemerdekaan itu. Kemerdekaan berarti kebahagiaan berdasarkan pembebasan dari perbudakan, memasuki kehidupan baru dalam sukacita dan kepuasan yg tak mungkin diperoleh sebelumnya.
Persepsi yang salah sering muncul ketika seseorang mendapat kemerdekaan, ada yang menganggap ini adalah upaya dan pilihan manusia semata, sehingga manusia berhak menggunakan semaunya . Atau karena sudah merdeka maka tidak perlu hukum dan peraturan.. Sebab itu mari kita pahami kemerdekaan dengan benar. Lalua pa saja Sikap yang harus kita miliki untuk memahami kemerdekaan dengan benar?
Kalau kita selidiki Alkitab secara menyeluruh, ditemukan paling tidak ada 3 sikap yang harus kita miliki untuk memahami kemerdekaan dengan benar.

A. Menyadari kemerdekaan sebagai anugerah (Maz 116:16)
– Tuhan yang mengerjakan Kel 19:4; Mazm 105:20; 116:16,
– Menerima dengan sukarela Roma 6:17-22

B. Mempertahankan kemerdekaan (Gal 5:1)
Tinggal dalam Firman (Yoh 8:30-36, Maz 119:45)
Berjalan dalam roh (2 Kor 3:17; 2 Kor 2:10-12)

C. Meyaksikan kemerdekaan (1 Pet 2:9)
– Meneladani Kristus (Luk 4:18; 1 Pet 3:19)
– Meneladani Paulus ( 1 Kor 7:22; 8:9; 9:19;10:32)

Bila kita merenungkan seluruh bagian khotbah ini dan mempraktekkannya, niscaya kita pasti benar-benar merdeka. Mari sadari , pertahankan dan saksikan kemerdekaan yang kita miliki di dalam Kristus, melalui kehidupan berbangsa dan bertanah air. Dirgahayu Indonesia, Imanuel.

“Babes in Christ.”

babbyAnd I, brethren, could not speak unto you as unto spiritual, but as unto carnal, even as unto babes in Christ 1 Corinthians 3:1

Are you mourning, believer, because you are so weak in the divine life: because your faith is so little, your love so feeble? Cheer up, for you have cause for gratitude. Remember that in some things you are equal to the greatest and most full-grown Christian. You are as much bought with blood as he is. You are as much an adopted child of God as any other believer. An infant is as truly a child of its parents as is the full-grown man. You are as completely justified, for your justification is not a thing of degrees: your little faith has made you clean every whit.

You have as much right to the precious things of the covenant as the most advanced believers, for your right to covenant mercies lies not in your growth, but in the covenant itself; and your faith in Jesus is not the measure, but the token of your inheritance in him. You are as rich as the richest, if not in enjoyment, yet in real possession. The smallest star that gleams is set in heaven; the faintest ray of light has affinity with the great orb of day.

In the family register of glory the small and the great are written with the same pen. You are as dear to your Father’s heart as the greatest in the family. Jesus is very tender over you. You are like the smoking flax; a rougher spirit would say, “put out that smoking flax, it fills the room with an offensive odour!” but the smoking flax he will not quench. You are like a bruised reed; and any less tender hand than that of the Chief Musician would tread upon you or throw you away, but he will never break the bruised reed. Instead of being downcast by reason of what you are, you should triumph in Christ.

Am I but little in Israel? Yet in Christ I am made to sit in heavenly places. Am I poor in faith? Still in Jesus I am heir of all things. Though “less than nothing I can boast, and vanity confess.” yet, if the root of the matter be in me I will rejoice in the Lord, and glory in the God of my salvation.

Perjuangan Orang Percaya

2016-10-09-2

Bacaan : (Efesus 6:10-20)

Surat Efesus adalah salah satu surat yang ditulis Rasul Paulus dari dalam penjara. Surat ini ditujukan bukan hanya kepada jemaat di Efesus tapi juga kepada semua saudara/i orang percaya (my brethen) yang ada di Asia kecil. Di kota Efesus, Rasul Paulus pernah tinggal 3 tahun lamanya dan merintis sebuah jemaat yang paling aktif dan berkembang pesat dibandingkan jemaat-jemaat di Asia kecil lainnya.

Berdasarkan catatan Alkitab dan penemuan arkeolog, kota Efesus merupakan kota penyembahan berhala terbesar di dunia pada waktu itu. (Kis 19:27). Bahkan juga menjadi kota Metropolitan kedua setelah Athena di zaman Kekaisaran Romawi. Secara perekonomian kota Efesus memiliki pendapatan kekayaan yang berasal dari para penziarah yang datang dari seluruh dunia. Mereka bukan hanya datang untuk berziarah tapi juga berdagang.

Dengan kondisi kerohanian dan perekonomian seperti ini, kota Efesus menjadi kota yang modern dan makmur pada zamannya. Namun ini menjadi tantangan bagi orang-orang Kristen yang ada di Efesus karena mereka harus berjuang melawan tawaran kedagingan (hedonistik, materialistik, konsumeristik), sinkritisme, penderitaan dan aniaya atas iman mereka.

Kondisi yang dihadapi jemaat Efesus tidak jauh berbeda dengan kita sekarang ini. Serangan musuh yang bertubi-tubi baik dari kedagingan (flesh), dunia (world) dan setan (evil). Menantang kita untuk dapat bertahan (defense) dari setiap serangan musuh dalam tipu daya dan panah api si jahat, selain juga menyerang (offense) setiap benteng-benteng musuh.

Seperti Rasul Paulus meminta/mendesak jemaat Efesus untuk tetap kuat dan berdiri sampai akhir. Demikian permintaan ini diperuntukkan juga bagi kita. Lalu bagaimana kita dapat tetap kuat dan berdiri tegap dalam pergumulan/perjuangan iman kita? Bila kita memperhatikan teks ini dengan seksama, paling tidak ada 4 tindakkan yang dapat kita lakukan untuk dapat tetap kuat dan berdiri dalam perjuangan iman ini.

1. Jadilah kuat Be Strong –ay. 10 (tinggalah dalam kekuatan kuasa-Nya -dynamite –kata yang sama digunakan dlm Kis 1:8) Passive Imperative: Let Jesus make you strong- menerima kuasa dari Roh Kudus. Jadi bedirilah tegap – ay.14 Active Imperative: Maintain Your Ground!

2. Kenalilah musuhmu – ay. 12 mengenal lawan = sudah memenangi 80% lebih peperangan.

a. Pemerintah ( archai ) pangeran setan , mengatur seluruh negara dan wilayah ; mereka menguasai dunia untuk Iblis dan bekerja melalui agama , okultisme , keuangan , politik , seks

b. Penguasa ( exousia ) – mereka melaksanakan atau mengeksekusi rencana Iblis dan kerajaan-kerajaan yang bekerja langsung di bawah Setan

c. Penghulu ( komokratoras ) baik supernatural dan natural pemerintah dunia / aturan yang berada di bawah Penguasa

d. roh-roh jahat ( Pneumatikos ) roh-roh jahat yang menganggu dan menguasai manusia misalnya dalam bentuk penyakit, kematian , penderitaan , perbudakan , dll
Kenali siapa dan apa strategi musuh. (2 Korintus 2:11 “ supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya”)

3. Kenakanlah – ay.13-17 Seluruh perlengkapan senjata, tidak sebagian dikenakan, tapi sepenuhnya.

a. Berikatpinggangkan kebenaran – Truth (ay. 14a)
b. Berbajuzirahkan Keadilan – Righteousness (ay. 14b)
c. Kasut kerelaan memberitakan Injil (ay. 15)
d. Perisai iman (ay. 16)
e. Ketopong keselamatan (ay. 17a)
f. Pedang Roh – God’s Word (ay. 17b)

4. Berserulah –ay.18-20

a. Dalam segala doa dan permohonan (1 Kor 14:14; Roma 8:26),
b. Setiap waktu dan tidak terputus-putus (Luk18:1-8)

Perjuangan penganut Jalan Tuhan akan terus berlangsung sampai tiba hari kedatangan Kristus. Menanti saat itu tiba, orang-orang Kristen diminta untuk tetap di dalam Tuhan dan berdiri teguh dengan perlengkapan senjata rohani yang Tuhan sudah sediakan. Sampai kita berkata, “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman”. (2 Tim 4:7). Amin

Cara menjadi gereja yang sehat

healty

Bacaan: 1 Petrus 3:8-12; Kisah 2:37-47

Setiap gereja memiliki visi dan misi untuk dicapai.  Pencapaian itu bisa terjadi kalau gereja dalam kondisi yang sehat. Bila gereja sehat maka visi dan misipun dapat terealisasi. Sebab itu tahapan pertama untuk mencapai visi dan misi gereja adalah menjadikan gereja sehat terlebih dahulu.

Sebab bagaimana sebuah gereja itu bisa bertumbuh bila kondisi gereja itu tidak sehat. Ibarat tanaman, bila tanaman itu tidak sehat, maka tanaman itu tidak mungkin akan berbuah. Begitulah gambaran dari gereja yang tidak sehat. Tidak mungkin akan berbuah, sekalipun awalnya jumlah jemaatnya banyak, bisa-bisa habis dan banyak yang akan meninggalkan gereja itu.

Untuk itu betapa pentingnya kita menjadikan gereja kita menjadi gereja  yang sehat. Pada masa sekarang ini ada banyak gereja memiliki jemaat yang besar, tetapi belum tentu gereja itu sehat. Sebaliknya ada gereja yang memiliki jumlah jemaat sedikit, belum tentu gereja itu tidak sehat. Namun yang terpenting kita harus membangun gereja kita menjadi gereja yang sehat.  Lalu bagaimana cara agar menjadi gereja yang sehat? Bila kita membaca bagian nats ini dan bagian Alkitab yang lainnya, maka paling tidak ada 4 (empat)  cara agar kita menjadi gereja yang sehat.

 

  • Menjadikan berkat kasih karunia sebagai dasar hidup bergereja (1 Pet 3: 9b; 2:9-10)

Sehati, seia sekata, seperasaan, mengasihi, penyayang, rendah hati.
Mengusahakan  kedamaian. Dampaknya: bersatu – menarik orang tidak percaya
 

  • Memiliki kehausan akan kebenaran/Firman Tuhan (Kis 4:42)

Dampaknya : perubahan/transformasi (ay.47) 

  • Membangun persekutuan dalam pemuridan (ay. 11; Kis 4:46)
  • Memiliki kekuatan doa (ay. 12; Kis 4:42b)

 

Akhirnya gereja yang sehat tidak datang dengan sendirinya, diperlukan upaya bersama untuk membangun dan mengusahakannya. Bila gereja sehat maka visi dan misi gereja otomatis akan terjadi. Mari kita membangun gereja yang sehat dengan empat pilar di atas.

Sukacita hidup bersama Tuhan

sukacitaBacaan :(Efesus 1:3-14)

Bersukacita merupakan sebuah sikap dan pilihan, tidak selalu berarti perasaan yang terus menerus kita rasakan. Mustahil dan tidaklah sehat bila kita selalu bersukacita apa pun kondisi yang kita hadapi. Itu sebabnya Firman Tuhan menegaskan, “ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap, ada waktu untuk menari.” (Pengkhotbah 3:4) Hidup di dalam Tuhan bukan berarti tanpa masalah. Orang percaya tetap bisa bersedih, namun ia tidak terbebani atau ditindih oleh apa pun yang dialaminya.

Kata kunci dalam perikop ini adalah “dalam Tuhan.” Sebab di luar Tuhan mustahil kita dapat senantiasa bersukacita./

Inilah dasar atau alasan kita bisa bersukacita; kalau kita ada di dalam Kristus. Sebab di dalam  kita memiliki “segala kekayaan rohani di sorga”. Perikop yang terdiri dari 12 ayat ini, mencatat kata-kata “di dalam Dia” sebanyak 10 kali dan kata “oleh Dia” sebanyak 2 kali. Jadi harta tersebut ada di dalam Kristus. Dengan kata lain, memiliki Kristus = memiliki segala kekayaan rohani dan sebaliknya,,, tidak memiliki Kristus berarti tidak memiliki kekayaan rohani. Apa saja kekayaan rohani yang diberikan kepada kita sebagai orang percaya?

  1. Kita adalah orang pilihan Elohim, kita adalah anak-anak-Nya, ayat 4-5
  2. Kita beroleh penebusan, yaitu pegampunan dosa, ayat 7.
  3. Kita dimateraikan dengan Roh Kudus, ayat 13-14

Lalu bagaimana cara agar kita dapat menumbuhkan kembangkan sukacita?

Sekurang-kurangnya ada tiga cara untuk  kita dapat menumbuhkan kembangkan sukacita

  • Bersyukur >< Tidak puas
  • Baik Hati >< pelit
  • Beriman >< takut

Apakah saudara sudah ada di dalam Kristus? Kalau belum inilah saatnya bagi saudara untuk mengambil keputusan menerima dan mengundang Dia masuk dalam hati dan hidup saudara.

Renungkanlah hidup kita hari ini. Apakah kita sudah menikmati kekayaan rohani yang ada di dalam Kristus? Apakah kita masih dihantui oleh perasaan takut? Perasaan tidak puas atau egois?  Apakah kita masih masih sulit untuk memberi dan mengampuni? Saudaraku, marilah kita menikmati kekayaan rohani yang telah Tuhan karuniakan kepada kita… dan marilah nikmati hidup sukacita di dalam Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.

 

 

Ajaran Kebenaran dalam Doa Yesus (Yohanes 17:6-26)

pray2Bagian perikop ini adalah bagian dari doa Yesus, saat Ia dan murid-murid-Nya melakukan Perjamuan Akhir menjelang penangkapan dan penyaliban-Nya.
Pada perikop sebelumnya Yesus mengajarkan beberapa pokok pengajaran seperti, Rumah Bapa, Roh Penghibur, Pokok Anggur yang benar, perintah saling mengasihi, dan bertekun dalam penderitaan.

Bagian ini menjadi bagian yang penting, bagaikan sebuah ringkasan dari seluruh apa yang Yesus perbuat dan ajarkan kepada murid-murid-Nya. Yesus memulai dengan tujuan-Nya untuk datang memberi hidup kekal, dengan cara mengenal Bapa, sebaga Elohim Yang Benar, dan mengenal Yesus. (ay3)
Kata “Benar” Dalam bahasa Ibrani yang dimaksud adalah kenyataan terbukti benar atau tidak bersalah, lurus, jujur.

Yesus mengajarkan tentang hal penting., siapa Dia dan keinginan-Nya.

Bila kita ada bersama Yesus pada waktu itu mendengarkan doanya, bagaimana kira-kira perasaan kita? Tentu berbagai macam pikiran dan perasaan yang muncul. Di tengah ketidakyakinan, ketidakpastian, keraguan para murid dan pengikut-Nya waktu itu. Ada harapan dan keinginan Yesus yang didoakan kepada Bapanya yang tentu selanjutnya menjadi harapan dan keinginan para muridnya sampai sekarang.

Lalu apa apa saja harapan dan keinginan Yesus terhadap kita dalam doanya ini?

Bila kita membaca bagian ini dengan seksama paling tidak ada 5 harapan dan keinginan Yesus bagi kita.
1. Dia inginkan kita menjadi satu dengan Bapa (ay. 6-10)
2. Dia igin kita terlindung dari yang jahat (ay. 11-16)
3. Dia ingin kita dikuduskan dalam kebenaran (ay.17-19)
4. Dia ingin kita memberitakan kebenaran (ay.20-23)
5. Dia ingin kita memandang kemuliaan-Nya (ay. 24-26

Inilah harapan dan keinginan Yesus bagi kita selama kita ada di dunia ini. Biarlah kita mengalami harapan dan keinginan-Nya dalam pelayanan, pekerjaan dan hidup kita sehari-hari.
Amin

NATAL: Invasi kasih Allah

His hands open for you
(1 Petrus 1:17-20)
Natal saat ini telah menjadi milik dunia. Perayaan dan hiasan ada dimana-mana, liburan, cuti, belanja, pesta, makanan, dst ? di Jepang, China, dan bahkan di negara-negara yang bukan Kristen pun turut merayakannya. Hanya sayang, Natal dirayakan sebatas perayaan agama tahunan, jauh dari makna yang sebenarnya. Padahal dalam Natal terdapat kebenaran tentang Inkarnasi Allah sendiri, yaitu pencipta langit dan bumi menjadi manusia. Ini adalah sebuah Invasi Allah atas dunia yang terbelenggu oleh dosa dan penguasa dunia. Natal adalah pemerintahan kerajaan Allah turun kebumi untuk mengambil kembali tahta yang direbut oleh musuh.

Namun dalam Allah melakukan invasinya, Allah tidak menggunakan pasukan malaikat yang besar, atau sebuah atraksi yang menarik perhatian banyak orang. Seperti persepsi kebanyakan orang-orang Yahudi yang percaya bahwa Mesias akan datang sebagai raja yang menunggang kuda dengan pedang ditangannya. Tetapi Allah melakukan invasinya dengan tenang, nyaris tak terdengar. Alih-alih mengirim tentara yang kuat , ia memilih yang tidak diketahui , yaitu seorang gadis perawan. Cara Allah melakukan invasinya sangat menarik untuk dipelajari.
Apa saja yang dipertimbangkan Allah untuk melakukan invasi kasih-Nya kepada dunia?

A. Waktu pelaksanaannya
Waktu dapat dibedakan menjadi dua jenis

1. Waktu Chronos, yang berurutan dan berkronologis, seperti ; detik, menit, jam, pagi, siang dan malam. Di tengah malam Kristus lahir. Dalam keheningan, dan ketenangan Allah hadir. (bandingkan: 1Raj 19:9a,11-13a Dan sesudah api itu datanglah bunyi angin sepoi-sepoi basa. Segera sesudah Elia mendengarnya, ia menyelubungi mukanya dengan jubahnya, lalu pergi ke luar dan berdiri di pintu gua itu)

2. Waktu Kairos adalah waktu di luar urutan yang biasa kita jalani setiap hari. Ini adalah moment khusus dan bermakna. Markus 1:15, “kata-Nya: “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!” Waktu Tuhan (1Pet 1:20), Kis 16:6-7

Dua jenis waktu ini sama penting untuk diperhatikan. Namun seringkali kita membiarkan waktu kronos, menahan keajaiban waktu kairos.

B. Titik permulaannya

1. Betlehem, mengapa? Kota ini sangat penting untuk orang-orang Yahudi karena di sini tempat kelahiran Raja Daud. Kota waktu Samuel mengurapi Daud menjadi raja. (I Sam. 16:1-13) dan tempat nenek moyang Daud, yaitu Rut dan Boas menikah. (Mikha 5:10), “Terkecil menjadi terbesar”

2. Kesederhanaan:
a. Keluarga (Luk 2:24) kecukupan atau konsumtif
b. Palungan (Lukas 2:7) ”Yang Mulia menjadi Hina” Yang Hina menjadi Mulia”,

C. Orang pilihannya

Orang yang berkenan kepada-Nya (Lukas 1:14) Kemuliaan bagi Allah di tempat yang maha tinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan (kharis/kesep) kepada-Nya. Dalam Perjanjian Lama kata perkenanan dari kata “kesep” artinya dari yang tidak layak dilayakan. Dalam PB digunakan kata “kharis” artinya orang yang tidak mampu tapi dimampukan. Ketika kita diperkenan Tuhan maka kualitas hidup kita pasti akan berdampak. Kenapa kita butuh perkenanan Tuhan? Perkenanan artinya tangan yang dari atas turun kebawah untuk menopang yang ada dibawah. (Maria, Elisabeth, Yesus)

Natal adalah peristiwa awal invasi kasih Allah, untuk menyatakan perkenaannya kepada manusia. Melalui peristiwa ini kita banyak belajar tentang karakter dan cara Allah mengasihi kita. Selamat Natal.