• Penanggalan Ibrani

    November 2017
    S S R K J S M
    « Okt    
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    27282930  
  • INFORMASI PENTING

  • Pendapat Anda

    josysuitela di HIPNOTIS ALKITABIAH ATAU …
    josysuitela di HIPNOTIS ALKITABIAH ATAU …

Taurat: Hukum atau Pengajaran?

Umumnya kalangan Kristen (dari bangsa-bangsa) menganggap Taurat/Torah sebagai hukum yang keras. Karena itu hal-hal yang berasal dari Torah dianggap sebagai suatu kemunduran.

Tidak jarang kata “Torah”, muncul dalam konotasi yang bersifat negatif.

Namun….bila anggapan negatif tersebut disandingkan dengan ayat Kitab Suci, terlihat jelas ketidak-sesuaiannya.

David (Daud) HaMelekh mengatakan ia mendapat rahmat Tuhan sebab Torah adalah kesukaannya
(Maz 119: 77).

Rabbi Shaul (Paulus) mengatakan
Torah itu baik dan kudus (Rom 7:12).

Bagaimana hal ini dapat terjadi?

Mari kita lihat Torah (Arab : Taurat) dari perspektif aslinya, Ibrani.✡

Dalam bahasa Ibrani, perkataan TORAH berasal dari akar kata YaReH (Yod-Resh- He) yang merupakan bentukan dari akar kata YaR (Yod- Resh) ditambah akhiran eH YaReh berarti melempar dengan tangan manusia.

Dari akar YaReH dapat dibentuk dua kata benda.
👉🏻Pertama, MoReH yang berarti pemanah atau guru.

👉🏻Kedua, ToRah yang berarti Pengajaran seperti yang dilakukan guru kepada muridnya atau seorang ayah kepada anaknya.

Dalam pengajaran tentu ada disiplin, tetapi disiplin tersebut bukanlah hukuman seperti yang dikenal di pengadilan.

Mengapa Torah lebih dikenal sebagai Hukum dan bukan Pengajaran?

Setelah Alexander Agung menguasai dunia timbullah anggapan bahwa budaya Yunani lebih unggul dari budaya lain di dunia. Anggapan ini berkembang menjadi paham yang disebut Helenisme, budaya Yunani harus mengalahkan budaya lainnya. Penaklukan budaya lainnya oleh cara berpikir Yunani terjadi di segala bidang termasuk agama.*Untuk menunjukkan pengaruh budaya Yunani pada agama Ibrani, Ptolomy Philadelphus, penguasa Yunani di Mesir, *meminta TaNaKh (Torah-Neviim-Khetuvim) diterjemahkan kedalam bahasa Yunani (Septuaginta, Hendrikson,2001. hal ii).

Proses Helenisasi ini bukan inisiatif Imam Besar Eleazar di Yerusalem tetapi atas permintaan penguasa Yunani tersebut. Alhasil sekitar tahun 285 sM terjemahan Kitab Suci Ibrani (Tanakh) kedalam bahasa Yunani mulai digunakan orang di Alexandria.
Dalam naskah Septuaginta (LXX) inilah, ToRaH, diterjemahkan menjadi istilah Yunani Nomos
Nomos, walaupun istilah yang lebih tepat ialah Didaskalia
( pengajaran, instruksi, doktrin, sesuatu yang diajarkan). Karena terjemahan ini golongan Yahudi helenis yang berkuasa mulai melihat Torah seperti orang Yunani melihat hukum mereka; hukum yang berkonotasi, Jika kamu tidak melakukan apa yang dikatakan Hukum, kamu akan diusir dari kekaisaran.
Para rabbi pun membuat banyak halakhah, tafsir pelaksanaan Torah yang dipandang sebagai bagian dari Hukum yang mengatur bangsa Yahudi. Tambahan hukum-hukum inilah yang kemudian dibukukan menjadi kitab Talmud
(200 M). Talmud kemudian diterima sebagai Kode Etik dan Pedoman hidup orang Yahudi dengan otoritas seperti Nomos, hukum Yunani. Torah menjadi (hukum) dan para rabbi menjadi ahli hukum.

Nah….Helenisasi telah berhasil mengubah cara berpikir kalangan elit Yahudi. Anehnya, walaupun umumnya bertolak belakang, cara pandang yang sama terhadap Torah itu justru yang dijiplak oleh para bapak-bapak gereja yaitu pemimpin Kristen bukan Yahudi yang hidup antara tahun 100 450 M. Mereka menyebut Torah dengan mengikuti istilah yang telah diadopsi oleh para rabbi helenis, (Nomos) Hukum dalam perspektif Yunani.
Tanpa dapat dihindari, Torah sebagai Pengajaran yang lembut dari Bapa Surgawi kepada anak-anakNya kini berubah wataknya, menjadi hukum yang keras.

Dengan perasaan anti semitik yang ada pada kerajaan Romawi saat itu, pandangan bahwa Torah adalah hukum yang keras melahirkan pemikiran teologis bahwa YHVH dalam Perjanjian Lama,ialah Tuhan yang keras dan bahwa kedatangan Yeshua adalah untuk menyatakan Perjanjan Baru yang berasal dari Tuhan yang mengasihi.🔥
(👆🏻pandangan van helenism, ini TIDAK benar )❌

Akibatnya……, Torah sebagai hukum dipandang harus dibatalkan dan diganti dengan Hukum Kasih, yaitu kasihilah Tuhanmu dengan segenap hatimu dan kasihilah sesamamu seperti mengasihi dirimu sendiri.

👉🏻Banyak orang Kristen (orang percaya dari bangsa-bangsa yang men- CANGKOK-KAN; tidak MENG-OKULASI-KAN diri) seakan dibutakan untuk memahami bahwa kedua Hukum Kasih 100 persen dikutib dari Torah!
(Lihat Ulangan 6:4-5; Im 19:18).

Yeshua bahkan mengatakan bahwa inti dari Torah adalah Kasih
(Mark 12:28-31).

Dengan cara pandang yang mengentengkan Torah, pemimpin gereja helenis telah mencabut identitasnya*dari *akar Ibrani imannya.

Pandangan seperti ini dianut secara ekstrim oleh Marcion (140M). Walaupu ajarannya dinyatakan sebagai bidat, pengaruhnya tetap berbekas pada pandangan gereja atas Torah. Ketika Luther memulihkan fungsi iman, ia mengatakan iman mengakhiri Torah. Pandangan seperti ini merupakan standard pengajaran teologi Kristen di seluruh dunia.

Sebagai contoh, Basic Theology oleh Charles Ryrie
(h. 302-303) mengatakan Kristus telah mengakhiri Taurat (Roma 10:4) dengan memberi jalan hidup yang baru. Sayang ia tidak terbuka bahwa kata akhir yang dalam bahasa Yunani disebut telos dapat juga berarti tujuan; sehingga Roma 10:4 seharusnya berbunyi Kristus adalah tujuan Taurat. LAI menerjemahkan ayat itu menjadi, Kristus adalah kegenapan hukum Taurat (kata ‘hukum’ ditambahkan sendiri oleh LAI).

Sayang seribu sayang, kegenapan kemudian ditafsirkan sebagai mengakhiri atau meniadakan.

Benarkah Yeshua menggenapi Torah dengan meniadakannya?

Gereja Kristen telah menafsir Matius 5:17 sesuai seleranya tanpa memakai cara tafsir yang sehat.

Dalam diskusi rabbinik, meniadakan Torah berarti memberi tafsir yang keliru;🎲

sedangkan menggenapi Torah berarti memberi tafsir yang tepat🎯
(Bivin,D dan Blizzard,R. Understanding the Difficult Words of Jesus. Destiny. 1994. hal 111 – 115).
Yeshua,
Firman Elohim, Torah Yang Hidup karena itu Dialah yang dapat memberi tafsir yang tepat.

Penggenapan oleh Yeshua dalam sejarah tidak meniadakan Torah ( Holwerda,D. Jesus and Israel. Apollos.1995. hal 131-132).

Yeshua mengatakan
orang yang mengajarkan Torah akan mendapat tempat yang tinggi dalam Kerajaan Sorga  (Mat 5:19).

Jelas Torah ialah Pengajaran,
bukan hukum.

(Sumber: ShoreshMesianik)

 

 

Iklan

Pasti Menang dalam Dia

victory.jpgDasar perikop: Efesus 1:1-14

Pernahkah Anda sungguh-sungguh memikirkan tentang makna sebenarnya untuk berada dalam Kristus Yesus? Pernahakah Anda mendapat penyingkapan yang jelas mengenai hal itu? Jika Anda mendapatkannya, itu akan membuat perubahan besar dalam hidup Anda.

Ketahuilah, di dalam Dia kita dibangkitkan dari dosa-dosa kita. Di dalam Dia, kita didudukkan di surga sehingga Tuhan menunjukkan kepada kita kelimpahan kekayaan anugerah-Nya. Di dalam Dia kita dijadikan kebenaran Tuhan.

Jika Anda ingin penyingkapan itu meledak dalam diri Anda, mulailah menyelidi ayat-ayat Alkitab yang berkaitan dengan keberadaan dalam Kristus. Perhatikanlah kata-kata dalam Dia, dengan Dia, melalui Dia atau di dalam-Nya. Tandailah ayat-ayat itu dan renungkanlah sampai kebenarannya tertanam dalam roh Anda. Ayat-ayat itu akan seperti mesiu yang ampuh untuk melawan seranga-serangan iblis.

Bila dia berusaha memberi tahu Anda, misalnya bahwa Anda hanya seorang berdosa dan Tuhan enggan untuk direpotkan dengan masalah-masalah Anda, Anda akan tahu bahwa dia berdusta. Anda akan sanggup menjawab dia dengan berani, “Syukurlah kepada Tuhan, akulah kebenaran Tuhan di dalam Kristus Yesus. Aku telah dibangkitkan untuk duduk dengan Dia di surga. Sekarang aku ada di dalam Dia dan engkau tidak dapat menyentuhku sama sekali”.

Bersiaplah jika kemudian iblis mendatangi Anda dengan kebimbangan, ketidakpercayaan dan dakwaan. Bersedialah memukul balik dengan ayat-ayat Alkitab tentang jati diri Anda dalam Yesus. Anda pasti menang begitu Anda benar-benar mengetahui bahwa Anda berada di dalam Dia!

Ahok, DKI-1

AhokMemasuki periode ke-2 Gubernur DKI, Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama menghadapi tantangan atau penolakan yang cukup keras dari kelompok masyarakat yang anti Bhinekka Tunggal Ika dan Pancasila.

Sentimen agama,  menjadi alat yang ampuh  menolak Ahok untuk kembali bekerja sebagai pelayan warga DKI. Kelompok ini ditenggarai terdiri dari beberapa kelompok kepentingan seperti, kepentingan status quo koruptor, radikal islam, ideologi komunis, dsb.

Ahok, DKI-1 adalah harapan mayoritas warga DKI. Keberhasilan kerjanya di dalam periode 1, ditunjukkan dengan tingkat kepuasan warga diatas 72% . Warga DKI ingin Ahok bukan yang lain.

Ahok, DKI-1 adalah sebuah kenyataan. Bila DKI maju maka Indonesia pun akan maju. Sebuah Ibu kota yang maju dan modern akan menghasilkan anak-anak (kota-kota lain) yang berkualitas sama.

Ahok, DKI- 1. Indonesia Raya Satu

Bersikaplah Setia (Hormati Tuhan)

Salute“Sebab siapa yang menghormati Aku, akan Kuhormati, tetapi siapa yang menghina Aku, akan dipandang rendah” (1 Samuel 2:30)

Tuhan menghormati orang yang menghormati-Nya. Dia takkan pernah melupakan benih kesetiaan yang Anda tabur. Dia akan menggandakannya dan memberikannnya kembali kepada Anda dalam suatu panen berkat.

Dalam Maleakhi 3:17, kita adalah permata-Nya dan anak-Nya.Pikirkanlah itu sejenak.  Dengan menghormati Tuhan dalam hidup kita maka kita memasuki kawasan berkat kekekalan.

Jika kita mulai memahami hal itu, maka kita akan menyadari sungguh tidak dewasa untuk marah terhadap Tuhan bila hal-hal yang bersifat sementara tidak berjalan lancar.

Tuhan tidak pernah lupa. Dia takkan pernah lupa bahwa ditengah sengitnya pertempuran, kita masih menghormati-Nya dengan berdiri teguh serta mengucapkan janji-janji-Nya.

Jadi, bertekadlah di hati Anda sejak hari ini untuk bersikap setia kepada Tuhan dalam setiap kata yang Anda ucapkan. Ambilah keputusan untuk seterusnya bahwa tiada yang lebih penting dalam hidup kita selain menghormati-Nya dan mengucapkan kata-kata iman.

Itu akan mengerjakan pembebasan bagi Anda dalam hidup ini, dan pada masa kekekalan kelak kita pasti senang bahwa kita telah melakukannya.

Trik: Mengalahkan Raksasa Kehidupan

facing-giant“Siapakah orang Filistin yang tak bersunat ini, sampai ia berani mencemoohkan barisan daripada Allah yang hidup?” (1 Samuel 17:26)

Kita mungkin sedang menghadapi raksasa hari ini. Raksasa itu mungkin penyakit atau kegagalan, kekurangan uang atau jenis kesusahan lain. Tetapi janganlah itu menakutkan kita. Sebab kita mempunyai sebuah senjata rahasia. Senjata yang pernah mengubah seorang pemuda gembala menjadi juara pengusir beruang, pembunuh singa dan pembantai raksasa. Senjata itu adalah perjanjian darah dengan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Pada masa Daud dahulu, sunat adalah tanda dari perjanjian itu. Jadi, ketika dia menyebut Goliat orang yang tidak bersunat, Daud sebenarnya berkata: Orang ini boleh jadi seorang raksasa; dia mungkin kuat, tetapi dia tidak mempunyai perjanjian dengan Tuhan dan karena itu aku akan membununya.

Seperti Daud, kita juga mempunyai perjanjian. Tetapi perjanjian yang kita miliki itu lebih baik. Perjanjian yang dipunyai Daud menawarkan sejumlah berkat kepada mereka yang memelihara perjanjian itu, tetapi juga memuat kutuk bagi yang melanggar perjanjian itu.

Perjanjian yang kita punyai tidak demikian. Perjanjian milik kita adalah Perjanjian Baru yang dibayar oleh Yesus dengan darah-Nya sendiri. Sunat yang kita miliki adalah sunat hati bukan fisik (Roma 2:29). Maka perjanjian kita adalah perjanjian rohani yang dilakukan oleh Tuhan sendiri. Perjanjian itu tidak bergantung pada kesanggupan kita. Itu bergantung pada-Nya. Dia telah melakukannya semua! Yang harus kita lakukan hanyalah mempercayainya dan menerimanya.

Bacalah Ulangan 28:16-68. Itu adalah daftar dari kutukan yang telah dibebaskan Kristus dari hidup kita. Selidikilah bagian ini dan bersukacitalah! Tuhan telah menyembuhkan kita. Dan membebaskan kita dari hal-hal itu.

Jangan biarkan raksasa mana pun menakut-nakuti kita. Sebab kita mempunyai perjanjian darah dengan Tuhan Yang Mahakuasa. Tiada keadaan yang tidak bersunat di muka bumi ini yang dapat merampas kemenangan itu dari kita.

 

Diubah menjadi mulia

“Janganlah kamkupu-kupuu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaruan pikiranmu” (Roma 12:2)

Di bagian dalam, kita orang yang percaya Mesias memlliki kesempurnaan – dilahirkan kembali dalam citra Yesus sendiri. Namun di bagian luar malah kita mendapati diri kita mengecewakan, kurang dari kesempurnaan. Lalu bagaimana mengsinkronkan antara yang di dalam dengan di luar? Jawabannya terletak pada “pembaruan pikiran kita”.

Roma 12:2 memberitahukan kepada kita bahwa, pikiran kita bisa dibaharui kalau kita mau. Kata “berubah” diterjemahkan dari kata “metamorfosis”. Kata ini digunakan dalam Alkitab di dua tempat lain.

Salah satunya ialah ketika Yesus diubahkan di Gunung pada saat Dia berbicara dengan Musa dan Elia. Ada juga di dalam 2 Korintus 3:18 yang berbunyi,”Tetapi kita semua, dengan wajah terbuka memandang kemuliaan Tuhan seperti pada cermin, diubahkan menjadi citra yang sama dari kemuliaan menuju kemuliaan, yaitu oleh Roh Tuhan”.

Diubahkan ! Kata ini ampuh dan menggairahkan, serta melukiskan hal yang akan terjadi pada diri kita di saat kita meluangkan waktu untuk memandang Tuhan dalam Firman dan dalam doa. Pada saat kita meluangkan waktu membarui pikiran kita, maka bagian luar kita akan diubahkan juga. Perubahan yang hampir mirip dengan proses seekor ulat diubahkan menjadi seekor kupu-kupu. Citra dunia kita akan diganti menjadi serupa dengan citra roh yang dilahirkan kembali dalam kebenaran dan kesucian sejati.

Mari luangkan waktu untuk menjahui dunia dan mempelajari firman Tuhan. Renungkanlah itu dan biarkanlah itu mengubah kita dari dalam ke luar. Maka kupu-kupu rohani yang indah dalam hidup kita akan nampak menjadi berkat bagi orang lain dan memuliakan Mesias Yesus Tuhan kita.

Selamat Datang di Liga Utama

“Berbahagialah kamu jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala sesuatu yang jahat. Bersucitalah dan bergembiralah, karena upahmu besar di surga…” (Matius 5:11-12)

liga-utamaBila aniaya datang, janganlah diam saja dan merengek-rengek menghadapinya. Jangan membuang waktu dengan merasa iba diri.  Ketahuilah aniaya datang bukan karena Iblis ingin mencari kesenangan atas kita.  Aniaya datang karena kita sudah dianggap Iblis sebagai ancaman baginya. Itu datang karena kita telah memasukkan Firman di hati yang bila tidak dikeluarkan Iblis maka akan menimbulkan kesulitan yang besar bagi Iblis.

Jadi bersukacitalah! Aniaya berat berarti kita telah berhasil masuk ke dalam liga utama. Itu berarti iblis menanggapi kita dengan serius sekali sehingga dia mengirim pemainnya yang terbaik dalam usaha menyingkirkan kita dari pertandingan!

Para pemain yang berhasil masuk ke dalam stadion utama tentunya takkan berusaha untuk meniggalkan gelanggang begitu saja, bukan? Sebab mereka telah berusaha sepanjang hidupnya mempersiapkan diri untuk mencapai level utama. Mereka takkan berkata, “ Ah, ingin rasanya aku tidak berada dalam pertandingan sehebat ini. Lawan-lawanku adalah pemain-pemain terbesar dan terkejam”. Para pemain di liga utama akan berusaha melawan dengan seluruh daya mereka, untuk membuktikan bahwa mereka bisa memperoleh kemenangan.

Begitulah seharusnya sikap kita bila iblis menantang kita. Kita harus menyambut tantangan itu dengan sukacita, sambil menyadari bahwa kita akan keluar sebagai pemenang. Bagaimanapun, Tuhan akan selalu mengusahakan keberhasilan kita. Dia tidak pernah berhenti dan meragukan apakah Dia mempunyai cukup sumber daya untuk menolong kita mengatasi setiap masalah kita. Dia tahu Dia dapat mengalahkan segala sesuatu yang didatangan iblis untuk melawan kita.

Jadi, bila aniaya datang, percayalah kepada-Nya dan bersukacitalah karena tahu sekarang bahwa kita telah berhasil masuk ke dalam liga utama.