• Penanggalan Ibrani

    Agustus 2014
    S S R K J S M
    « Des   Mei »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031
  • INFORMASI PENTING

  • Pendapat Anda

    josysuitela di HIPNOTIS ALKITABIAH ATAU …
    josysuitela di HIPNOTIS ALKITABIAH ATAU …

HIDUPLAH SEBAGAI ORANG MERDEKA ( (1 Pet 2:13-17))

merdeka

Pada waktu kejatuhan komunis di negara-negara Eropa dan Rusia di tahun 1990 dan 1991 masyarakat dunia menyambutnya dengan gembira apalagi warga masyarakat yang tinggal di negara-negara tersebut. Mereka begitu merasa bebas setelah terkungkung selama 30 tahun dalam rasa takut dan intimidas. Kini udara kemerdekaan pun mereka nikmati. Namun “kebebasan” yang mereka terima itu diumbar dengan berlebihan bahkan kebablasan. Prilaku pornografi, prostitusi, penyalahgunaan narkoba dan kejahatan terorganisir meningkat tajam. Rakyat yang tadinya merasa bebas kini malah dicekam rasa takut bahaya dan perasaan tidak aman. Kemerdekaan yang mereka idam-idamkan indah, ternyata tidak sepenuhnhya bebas dari rasa takut dan bahaya.
Pandangan Alkitab tentang kemerdekaan (kebebasan) dilatarbelakangi pemikiran tentang penahanan dalam penjara atau perbudakan. Para penguasa memenjarakan orang yg dipandang bersalah ( Kej 39:20); suatu bangsa yg dikalahkan akan diperbudak oleh bangsa yg mengalahkannya, atau tawanan perang oleh penakluknya, atau juga karena secara pribadi seperti Yusuf, dijual sebagai budak. Kalau Alkitab berkata-kata tentang kemerdekaan, terkandung pengertian tentang perbudakan atau penahanan dalam penjara, sebelum kemerdekaan itu. Kemerdekaan berarti kebahagiaan berdasarkan pembebasan dari perbudakan, memasuki kehidupan baru dalam sukacita dan kepuasan yg tak mungkin diperoleh sebelumnya.
Persepsi yang salah sering muncul ketika seseorang mendapat kemerdekaan, ada yang menganggap ini adalah upaya dan pilihan manusia semata, sehingga manusia berhak menggunakan semaunya . Atau karena sudah merdeka maka tidak perlu hukum dan peraturan.. Sebab itu mari kita pahami kemerdekaan dengan benar. Lalua pa saja Sikap yang harus kita miliki untuk memahami kemerdekaan dengan benar?
Kalau kita selidiki Alkitab secara menyeluruh, ditemukan paling tidak ada 3 sikap yang harus kita miliki untuk memahami kemerdekaan dengan benar.

A. Menyadari kemerdekaan sebagai anugerah (Maz 116:16)
– Tuhan yang mengerjakan Kel 19:4; Mazm 105:20; 116:16,
– Menerima dengan sukarela Roma 6:17-22

B. Mempertahankan kemerdekaan (Gal 5:1)
Tinggal dalam Firman (Yoh 8:30-36, Maz 119:45)
Berjalan dalam roh (2 Kor 3:17; 2 Kor 2:10-12)

C. Meyaksikan kemerdekaan (1 Pet 2:9)
– Meneladani Kristus (Luk 4:18; 1 Pet 3:19)
– Meneladani Paulus ( 1 Kor 7:22; 8:9; 9:19;10:32)

Bila kita merenungkan seluruh bagian khotbah ini dan mempraktekkannya, niscaya kita pasti benar-benar merdeka. Mari sadari , pertahankan dan saksikan kemerdekaan yang kita miliki di dalam Kristus, melalui kehidupan berbangsa dan bertanah air. Dirgahayu Indonesia, Imanuel.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: