• Penanggalan Ibrani

    Oktober 2010
    S S R K J S M
    « Agu   Nov »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031
  • INFORMASI PENTING

  • Pendapat Anda

    josysuitela di HIPNOTIS ALKITABIAH ATAU …
    josysuitela di HIPNOTIS ALKITABIAH ATAU …

Melihat Selumbar

“Atau bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Hai saudara izinkalah aku mengeluarkan selumbar yang ada di matamu, padahal engkau sendiri tidak melihat balok yang ada di matamu? Hai munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, dan pada saat itu engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar yang ada di mata saudaramu.”

 

Suatu ketika seorang guru bijak hendak menguji muridnya. Ia masuk ke dalam kelas dan berdiri di depan whiteboard yang masih bersih, lalu ia membuat sebuah bulatan hitam yang kecil di tengah-tengah whiteboard itu.  Kemudian ia bertanya kepada murid-muridnya, “Apakah yang kalian lihat di whiteboard ini?” Anak-anak sekelas menjawab, “Kami melihat sebuah noktah hitam!!” Guru yang bijak itu sambil tersenyum menjelaskan kepada murid-muridnya, “Anak-anak, pada umumnya manusia sangat suka melihat noktah hitam ini dari pada whiteboard putihnya. Itu membuktikan manusia suka melihat kesalahan atau kelemahan orang lain, meskipun hanya sekecil seperti noktah hitam ini., Whiteboard putih yang besar ini, seolah-olah tertutup oleh noktah hitam ini. Marilah anak-anakku, kita belajar untuk melihat hal-hal positif dari orang lain dari pada melihat hal yang negatifnya.

Komentar murid-murid adalah sebuah gambaran umum sifat manusia yang sangat senang melihat kesalahan dan kelemahan orang lain dari pada kesalahan dan kelemahannya sendiri.

Melalui nats diatas, Yeshua menasihati kita agar mau menginstropeksi diri dulu atau mengeluarkan balok di mata kita terlebih dahulu sebelum melihat selumbar di mata orang lain. Jika selalu melihat selumbar di mata orang lain, tanpa melihata balok di mata kita sendiri, itu sama saja kita merasa diri paling benar.  Dan apabila kita sudah memiliki perasaan diri paling benar, itu sama saja kita sudah congkak. Kalau kita congkak, “Raja Surga.. yang sanggup merendahkan mereka yang berlaku congkak.” (Daniel 4:37).

Jadi janganlah kita menuntut orang lain untuk mempunyai standar tinggi, tanpa kita lebih dahulu mempunyai standar tersebut. Karena makin tinggi standar yang kita buat bagi sesame, maka semakin tinggi pula standar yang harus kita penuhi. Daripada kita mencari-cari kesalahan orang lain yang dapat dikritik dan dihakimi, lebih baik kita melihat keberadaan diri kita sendiri di hadapan Elohim. Ingat bahwa tidak ada manusia di dunia ini yang sempurna.

Matius 7:1-5,”Janganlah menghakimi supaya kamu tidak dihakimi. Sebab dengan penghakiman yang kamu hakimkan, kamu akan dihakimi, dan dengan ukuran yang kamu ukurkan, kepadamu juga akan diukurkan.” (Ayat 1-2).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: