• Penanggalan Ibrani

    Oktober 2010
    S S R K J S M
    « Agu   Nov »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031
  • INFORMASI PENTING

  • Pendapat Anda

    josysuitela di HIPNOTIS ALKITABIAH ATAU …
    josysuitela di HIPNOTIS ALKITABIAH ATAU …

Jaga hati, pancaran hidup

“Peliharalah hatimu dengan segala kewaspadaan karena dari situlah pancaran-pancaran kehidupan.”

Nats di atas adalah suatu nats dari rangkaian nats yang ditulis oleh Sh’lomo yang masih merupakan bagian dari ayat-ayat sebelumnya. Di sini Sh’lomo mendapat hikmat dari TUHAN (dikenal dengan nama YHWH) mengungkapkan masalah pancaran kehidupan ternyata terletak di dalam hati. Dari dalam hati akan memunculkan banyak hal dari seorang manusia. Hikmat Tuhan adalah kecerdasan spiritual. Seseorang yang sudah memiliki hikmat Tuhan, menurut nats ini adalah mampu menjaga hatinya. Maka dikatakan jagalaha hatimu dengan segala kewaspadaan. Mengapa hati itu harus dijaga? Karena hati manusia adalah pusat kehidupannya secara rohaniah. Jadi harus betul-betul dijaga, harus betul-betul dilindungi. Hati manusia adalah sesuatu unsure yang sangat lembut, sangat halus. Saking lembut dan halusnya hati itu, mudah terluka, mudah tergores, mudah mengalami sakit, yang disebut sakit hati. Saudara setan tahu betul bahwa hati manusia adalah pusat hidupnya secara rohaniah, maka setan mau masuk di situ. Sebab kalau setan sudah masuk di dalam hati, setan punya harapan dapat mengontrol, mengendalikan, memerintah hidup manusia secara rohaniah tadi. Karena disitulah pusatnya.
Setan mau masuk situ dengan banyak cara. Setan dapat memakai seseorang disekitar kita, setan itu dapat memakai suatu peristiwa di sekitar kita, untuk menumpang di situ agar ada celah buat setan untuk masuk dalam hati kita. Setan itu tidak serta merta bisa masuk hati kita, melainkan harus ada saranya, pintu masuknya. Bisa lewat seseorang missal, istri, suami, anak, orang tua, teman, rekan kerja, rekan pelayanan, bisa juga sesuatu peristiwa.
Di sinilah kita harus menjaga hati kita. Bukankah itu hati kita sendiri, hanya kita yang dapat menjaganya. Walaupun orang lain mau menjaga hati kita, tapi mereka tidak mampu karena itu bukannya hati mereka. Demikian pula sebaliknya. Itulah sebabnya Firman Tuhan mengatakan kepada kita, “Jagalah hatimu!”. Kata “mu” mewakili suatu pribadi, yaitu engkau sendiri. Kamu yang punya hati itu, jagalah hatimu.
Maka ingatah baik-baik, kaki kita boleh sakit, hati jangan sampai sakit. Kepala kita boleh sakit, tapi hati jangan sampai sakit. Karena kalau sampai hati sudah sakit, waduh semuanyapun ikut sakit, dan serasa rontok semuanya. Di sinilah kita perlu mengingat Firman Tuhan, supaya kita menghindari diri dari namanya sakit hati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: