• Penanggalan Ibrani

    September 2009
    S S R K J S M
    « Agu   Nov »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    282930  
  • INFORMASI PENTING

  • Pendapat Anda

    josysuitela di HIPNOTIS ALKITABIAH ATAU …
    josysuitela di HIPNOTIS ALKITABIAH ATAU …

Akar kekristenan(Fenomena Mesianik Yudaisme-Kristen)

MessianicAkhir-akhir ini, suatu minat baru dalam dunia teologi dan keagamaan dalam tubuh Kekristenan, mulai mengarahkan diri pada penggalian dan pengkajian tentang akar Kekristenan, khususnya
kaitan Kekristenan dengan Kesemitikan yang mewakili peradaban Timur. Paling tidak, ada beberapa arus dalam kekristenan yang concern dengan kajian-kajian Kesemitikan maupun Ketimuran.
Pertama, komunitas Mesianik Yudaisme dan Mesianik Yahudi.

Fenomena Mesianik Yudaisme Messianic Judaism] adalah suatu kebangkitan spiritual yang terjadi dikalangan unsur-unsur Yudaisme dan bangsa Yahudi yang mulai merespon ajaran Yahshua [Aram,‘Yeshu’, Greek, ‘Iesous’, Ind, ‘Yesus’] Sang Mesias yang dijanjikan namun tidak menyebut diri mereka sebagai Kristen dan Gereja dan mereka tetap memelihara gaya hidup dan tata ibadat Yudaisme, namun dalam terang ajaran Yahshua Sang Mesias. DR. Michael Shiffman mendefinisikan Mesianik Yudaisme sebagai:

“Messianic Jews are physical descendants of the patriarchs, being Jewish by birth, but are not adherents to the authority of rabbinic tradition”

[Mesianik Yudaisme adalah keturunan para leluhur secara jasmani, yang menjadi Yahudi melalui kelahiran namun tidak mengikuti otoritas tradisi kaum rabinik]

Sementara itu DR. David Stern memberikan definisi sbb:

“A person who was born Jewish or onverted to Judaism, who is genuine believer in Yeshua, and who acknowledge his Jewishness”

[Seseorang yang dilahirkan menjadi seorang Yahudi atau masuk ke dalam agama Yahudi, yang beriman kepada
Yeshua serta mengakui keyahudian Yeshua]

DR. John Fischer memberikan deskripsi mengenai Mesianik Yudaisme dengan mengatakan:
“The convictions of these congregations are uniqe. They are
convinced that they can believe in Jesus, be thoroughly biblical, and yet authentically Jewish. They affirm Jesus, as Messiah, Savior and Lord of the universe. They adhere to the entire Bible as the inspired Word of God and refuse to do anything contrary to its teachings. Thy feel a kinship and commitment to the entire body of the Messiah. Yet they express their faith, lifestyle and worship in Jewish form and in Jewish ways”

[Keyakinan kumpulan jemaat ini adalah unik. Mereka mengakui bahwa mereka dapat mempercayai Yesus sesuai Kitab Suci, namun yang secara otentik adalah seorang Yahudi pula. Mereka menyetujui bahwa Yesus sebagai Mesias, Juruslamat dan Tuan atas alam semesta. Mereka menerima keseluruhan Kitab Suci sebagai Firman Tuhan yang diilhamkan dan menolak segala sesuatu yang bertentangan ajaran-Nya. Mereka merasakan suatu kekeluargaan dan kesetiaan terhadap seluruh anggota tubuh Mesias. Namun mereka mengekspresikan iman mereka, gaya hidup mereka dan ibadah mereka dalam bentuk dan tata cara Keyahudian]

Dari tiga definisi di atas, kita mendapat tiga karakteristik umum dan
khas dari Mesianik Yudaisme, yaitu:
Pertama, suatu pergerakan spiritual dikalangan komunitas Yahudi [bangsa] dan Yudaisme [agama]. Kedua, mereka beriman pada Yahshua sebagai Mesias dan menerima TaNaKh dan Brit Khadasha [Perjanjian Baru], sebagai kitab suci yang diilhamkan Ruakh ha Kodesh.Ketiga, mereka tetap mempertahankan gaya hidup, tradisi dan kebudayaan luhur Yahudi yang dipelihara berabad-abad, sebagai warisan kebudayaan suatu bangsa. Mengenai sejarah singkat pergerakan Mesianik Yahudi dan Mesianik Yudaisme telah saya ulas secara singkat dalam tulisan lain

Kedua, Gereja Orthodoks. Di Indonesia, gerakan ini dimotori oleh Bambang Noorsena [Orthodoks Timur yang berbahasa Arab, Syria] dan Daniel Bambang [Orthodoks Barat, yang berbahasa Yunani]. Dalam berbagai kajian, artikel, buku-buku Bambang Noorsenan
khususnya, sarat dengan mempromosikan Kekristenan Timur
khususnya Gereja Orthodoks Syria. Berkaitan dengan visinya, Bambang Noorsena menjelaskan, “Berangkat dari pergumulan seperti itulah, lahir visi saya untuk menghadirkan kekristenan Timur Tengah sebagai wacana [bukan sebagai gereja] dalam rangka
‘menjembatani’ kesenjangan yang cukup tajam antara Kristen-Islam
di Indonesia….Dari gereja-gereja oriental itu, saya masih mengkhususkan pilihan lagi, yaitu kekristenan Syria, khususnya
Gereja Ortodoks Syria Anthiokhia [Kanisat al Anthakiat al Suryaniyat
al-Orthodoksiyat]. Kekristenan tersebut kini berpusat di damascus,
Syuriah. Mengapa? Sebab dari kajian sejarah dan budaya gereja-
gereja Arab yang saya lakukan di Timur Tengah, khususnya gereja
Arab yang saya lakukan di Timur Tengah, khususnya Gereja
Ortodoks Syria yang berpusat di Bab Touma, Damascus, saya menemukan banyak ‘meeting point’ dengan Islam yang dapat diagendakan dalam dialog kedua iman. Baik dari sudut historis, kultural maupun teologis”

Ketiga komunitas gereja dari berbagai aliran di luar Indonesia dan di Indonesia yang merespons kajian-kajian yang dimotori baik oleh komunitas Mesianik Yudaisme maupun Yahudi serta komunitas
Gereja Orthodoks. Sejak Tahun 2006, pergerakan pemulihan Nama Yahweh yang sekarang berkembang menjadi pemulihan kemesianikan,dapat dipetakan berdasarkan karakteristik penekanannya, adalah sbb:

1. Komunitas Yahweh only
Mereka yang dikategorikan sebagai “Yahweh only”, nampaknya
memahami gerakan ini sebagai suatu bentuk memperjuangkan penggunaan nama Yahweh dalam terjemahan Kitab Suci, dalam berbagai kotbah di mimbar rumah ibadah, dalam berbagai tulisan-tulisan. Seiring dengan itu, penolakkan terhadap penggunaan nama Allah dalam tradisi Kristiani di Indonesia.

Mereka sangat bergiat membuat literatur dalam bentuk traktat,
brosur, buku penjelasan, dll untuk meyakinkan orang-orang Kristen di Indonesia untuk menolak keberadaan nama Allah dan pentingnya penggunaan nama Yahweh. Tidak terbersit untuk memperluas makna dan aplikasi perjuangan penggunaan nama Yahweh dalam konteks yang lebih luas, yaitu dalam pokok iman, teologi, tata ibadah dan etika. Yang penting semua pendeta, atau organisasi gereja yang digembalakannya dan para pimpinan serta pengajar sekolah teologi Kristen telah menyadari dan  menggunakan nama Yahweh, maka bagi mereka misi tersebut telah selesai.

2. Komunitas Back to Hebraic Root
Berbeda dengan kelompok pertama, kelompok yang dikategorikan sebagai “Back to Hebraic Root” adalah mereka yang concern [menaruh perhatian] terhadap persoalan penelusuran historis terhadap asal-usul Kekristenan atau akar Kekristenan yang berakar pada Yudaisme. Kelompok ini menekankan pemulihan akar ibrani yang diekspresikan dalam pokok iman, tata ibadah, teologi, etika praktis. Meskipun demikian, dalam kelompok ini ada begitu banyak keragaman pemahaman dan sikap terhadap isu-isu teologis tertentu. Namun secara kasar dapat dikategorikan menjadi beberapa sub kategori sbb:

a. Import pemahaman Back to Hebraic Root
Kelompok ini memiliki visi dan kerinduan untuk memulihkan akar Ibrani Kekristenan dalam pengakuan iman, tata ibadah dan etika praktis. Namun mereka sekedar “mengimport”
pemahaman dan aktualisasi dari fenomena Messianic Judaism yang melanda wilayah Amerika, Eropa, Asia dan Afrika serta Timur Tengah, yaitu fenomena pemulihan tata ibadah pengikut Mesias dari kalangan Yahudi yang tidak mau menyebut diri mereka “Kristen” melainkan “Mesianic Judaism”. Kelompok ini memindahkan begitu saja tata ibadah yang mengekspresikan Keyahudian seperti lagu-lagu Ibrani,
ucapan-ucapan Ibrani, kostum-kostum Ibrani, tradisi-tradisi Ibrani, literatur-literatur rabinik dan melaksanakannya dalam pertemuan-pertemuan ibadah individual dan komunal. Dalam
kelompok inipun masih terbagi dalam beberapa sub kategori mengenai penggunaan nama Yahweh, yaitu:

1) Ha Shem dan Adonai ganti Yahweh
Mereka melarang pengucapan secara literal nama Yahweh, sebagai bentuk pelestarian tradisi dalam Yudaisme yang masih dipelihara secara ketat sampai hari ini di Israel dan komunitas Yudaisme di luar Israel

2) Yahweh ganti ha Shem dan Adonai
Berkebalikan dengan kelompok yaang melarang penggunaan nama Yahweh, kelompok ini justru menyalahkan tradisi Yudaismen tersebut dan menekankan serta meyakinkan bahwa penggunaan nama Yahweh secara literal adalah firmaniah dan historis.

3) Yahshua, bukan Yeshua
Kelompok ini meyakini bahwa nama Sang Juruslamat bukan Yesus atau Yeshua, melainkan Yahshua yang setara dengan penerus Musa, yaitu Yahshua ben Nun.

4) Yeshua, bukan Yahshua
Kelompok ini meyakini bahwa nama Sang Juruslamat
bukan Yesus atau Yahshua, melainkan Yeshua,
sebagaimana tertulis dalam naskah Perjanjian Baru
versi Shem Tov, Du Tillet serta Peshitta

b. Kontekstualisasi pemahaman Back to Hebraic Root
Mereka yang tergabung dalam komunitas ini adalah yang
memiliki visi dan penerapan memperluas aspek pembaruan
bukan hanya berhenti dalam penggunaan nama Yahweh. Jika
pembaruan hanya berhenti dalam penggunaan nama Yahweh
semata, namun pokok iman dan tata ibadah masih dalam baju komunitas yang lama, lalu apa yang berbeda? Ini tentunya bukan visi besar jika sekedar mengganti nama Allah menjadi
Yahweh. Komunitas ini menyadari bahwa pembaruan dan pemulihan merupakan tugas dan panggilan besar yang membutuhkan wawasan yang luas dan kinerja pembaru yang berkualitas serta memiliki kapabilitas dan bukan sekedar emosi atau keberanian semata. Kekhasan komunitas ini adalah dalam dua hal: Pertama, mengadaptasi tata ibadah dan berbagai ekspresi Yudaik sebagai akar iman namun dalam terang kematian dan kebangkitan Yahshua sebagai Mesias. Berbagai tradisi rabinik Yudaisme yang tidak sejalan dengan Torah Yahweh dan Torah Mesias, tidak dipergunakan, seperti penggunaan nama ha Shem atau Adonai bagi Yahweh. Kedua, berani mengambil jarak terhadap fenomena Mesianik Yudaisme dan mengapresiasi serta mereaktualisasi dalam KONTEKS lokal etnis dimana mereka berada. Contoh, dalam konteks komunitas Jawa, maka ekspresi ibadah dalam bahasa Jawa atau idiom-idiom Jawa serta kesenian Jawa dengan leluasa di sintesakan dengan warna Hebraik, sehingga menghasilkan
PENGAYAAN EKSPRESI KULTURAL. Pola ini diisyaratkaan oleh Rasul Paul mengenai “hancurnya perseteruan” antara Yahudi dan Goyim, oleh kematian dan kebangkitan Yahshua Sang Mashiah [Ef 2:15]. Tidak ada perbedaan dan tidak ada sikap-sikap inferiority compleks dari pihak non Yahudi terhadap Yahudi.

Disamping pergerakan Sacred Name yang mengristal menjadi pergerakan Mesianik di beberapa gereja-gereja beraliran Evanggelical [Gereja Alkitab Injili Nusantara], Pentakostal [Gereja
Isa Al Masih, Gereja Pimpinan Roh Kudus, dll], Protestan [Gereja
Kristen Jawa], Kharismatik, telah hadir di Indonesia Gereja dengan
membawa visi yang mendekati visi Mesianik. Mereka concern
dengan pengkajian Kesemitikan, Kembali kepada Akar Kekristenan.
Komunitas ini bernama Gereja Kemah Abraham, pimpinan K.A.M.
Jusuf Roni.
Adapun yang menjadi visi dan misi Gereja Kemah Abraham, sebagaimana diatur dalam Bab I Pasal 3 Tata Gereja Kemah Abraham sbb:

1. Pewaris monoteisme Abraham
2. Membangun pengajaran pencerahan umat
3. Memelihara tradisi semitik

Concern Abuna Jusuf Roni terhadap pengkajian semitik sebagai
akar Kekristenan, nampak juga dalam buku terbarunya (CRITISM: Mengritik Agama Sendiri dan Membela Yang Lain)dimana beliau menyatakan:
“Awalnya, orang-orang Kristen, yaitu para pengikut Yesus, adalah Yahudi. Mereka beribadah pada hari Sabat dan
mengikuti tradisi Yahudi. Bukan hanya itu, mereka bahkan bersama-sama dengan orang-orang Yahudi, sebab mereka dianggap sebagai salah satu sekte Yahudi, yaitu sekte Nasrani…Ketika kekristenan diterima sebagai agama oleh Romawi. Identitas kekristenan semakin menampakkan ciri Hellenisnya. Di bawah payung kekuasaan Romawi, kekristenan bercorak Hellenis yang prinsip-prinsip dasarnya diletakkan oleh Paulus ini menjadi semakin besar dan akhirnya menenggelamkan kekristenan bercorak Yahudi, yang dikembangkan oleh dua belas Rasul lainnya…Ataskenyataan inilah maka aku melihat penting sekali bagi kekristenan untuk kembali ke akarnya. Ia lahir dalam budaya
semitik yang sangat akrab dengan Islam. Ini dapat memudahkan kekristenan untuk masuk dalam dialog dengan Islam…Namun, ternyata untuk kembali ke akar Kekristenan, hambatannya tidak sedikit. Kekristenan ibarat seorang anak yang telah sukses di rantau dan lupa untuk pulang ke kampung halamannya”

Kajian di atas menjadi semacam peta jalan bagi para pembaca bahwa telah terjadi pergeseran dalam tubuh Yudaisme maupun Kekristenan khususnya untuk meredefinisi, merekontruksi eksistensi
akar dan sumber religiusitasnya yang bercorak Timur atau Semitik.
Kita akan mendalami persoalan tersebut dalam kajian-kajian
berikutnya

25 Tanggapan

  1. 1. Apakah memang sudah sedemikian penting untuk mengganti nama ‘Allah’ yaitu Allah Abraham, Ishak dan Yakub yang telah mengaruniakan anakNya yang tunggal ‘Yesus’ kita sembah didalam Tuhan Yesus menjadi ‘YAHWE’ ?
    2. Apakah dengan nama ‘Allah’ yang kita tulis, baca, ucapkan dan panggil selama ini dalam doa kita keliru ?
    3. Jika demikian (2) selama ini Allah tidak bertindak bahkan ‘marah’ karena namaNya salah dalam tulisan, baca dan ucapan?

    • Nama(baca:sebutan) Allah digunakan dalam rangka kontekstualisasi iman yang dilakukan missionaris yang datang ke Indonesia dan dilanjutkan dengan Bapa gereja Indonesia. Sejauh untuk kontekstualisasi nama Allah tidak dipermasalahkan tapi seharusnya jemaat atau umat diajarkan nama Allah yang sebenarnya. Karena banyak jemaat yang tidak tahu siapa nama Bapa-Nya Tuhan Yesus bahkan ada yang menyimpulkan bahwa nama Bapa adalah Tuhan Yesus itu sendiri. Kekeliruan ini mudah ditemukan di gereja Indonesia, parahnya lagi ada jemaat menganggap, nama Allah orang Kristen dan Islam sama; yaitu ALLAH. Sebab itu kebingungan ini berdampak pada rendahnya kualitas pengertian jemaat di Indonesia. Penggunaan kembali nama YHWH adalah upaya agar jemaat ditantang untuk belajar dan mengenal lebih dalam siapa yang di sembah. Selain itu juga mengalami hidup rohani yang lebih dalam ketika orang memanggil nama BAPA Pencipta Alam Semesta dengan nama sebenarnya. Di dalam Yesus kita boleh mengenal YHWH dengan jelas. Pengenalan orang Yahudi terhadap YHWH yang disembah sampai hari, tidak selengkap orang yang sudah menerima Yesus sebagai Tuhan Juruselamat pribadinya. Pengenalan kita terhadap YHWH akan lebih lengkap dan sempurna karena YHWH sudah menjelma jadi manusia untuk kita kenal lebih dekat dan lebih pribadi setiap saat, kapan saja. Yesus (Ibr. Yeshua) yang adalah logos/firman-nya YHWH adalah kepenuhan pribadi YHWH, Yesus akan membawa kita mengenal BAPA-nya.
      Yohanes 14:6, 7, 23b
      Kata Yesus kepadanya: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal BapaKu.

      Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: Dia, yang telah menyatakan diriNya dalam rupa manusia. —I Timotius 3:16a

      Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan keAllahan. —Kolose 2:9

      Yohanes 8:58
      Kata Yesus kepada mereka:…Sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.

      Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allahyang Perkasa, Bapa yang Kekal,Raja Damai. —Yesaya 9:5

      Yohanes 1:10
      Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan olehNya, tetapi dunia tidak mengenalNya.

      I Timotius 2:5, 6a
      Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, yang telah menyerahkan diriNya sebagai tebusan bagi semua manusia.

      Kolose 1:14, 15a
      Di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa. Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan.

      Yohanes 8:38a
      Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan.

      YHWH Maha kasih dan panjang sabar,… Dia penuh pengertian karena ini bicara bukan dosa atau tidak dosa, atau selamat atau tidak selamat, tapi lebih dari proses pengenalan yang lebih dekat lagi dengan-NYA.. selamat mencoba. May YHWH our Father reveale you HIS Name through Yeshua His precious Savior.

  2. Saya juga mulai tertarik untuk mengetahui akar Ibrani. Tapi pastilah perlu perjuangan berat utk mengembalikan gereja yg sudah ratusan tahun hidup dengan pola Helenisme ini ke arakarnya. Mungkin perjuangannya lebih berat daripada masa reformasi Luther dkk. Tapi kalau memang kita harus kembali ke akar Ibrani, kenapa tidak. Rasanya saya juga lebih cocok dengan nafas Ibrani daripada Helenis.

  3. Pro: chris 23 Juli 2010
    1. Perlu sekali. Sebab nama Allah tdk boleh kita sebut.
    Allah adalah nama ilah lain yaitu ilahnya bgs Arabn .
    “Awas! Nama ilah lain jangan kausebut jangan nama itu kedengaran dari mulutmu”.(Kel 23:13)
    2. Ya jelas keliru. Sebab yg mereka baca terjemah-
    an yg kliru terutama mengganti YHWH dg ALLAH.
    3. Allah tentu tdk marah tapi malah seneng krn namanya disebut-sebut tapi yg murka adalah YHWH krn larangan-Nya dilanggar.

  4. Pada hemat saya, iman Kristen seperti yang diajarkan kepada kita adalah baik dan benar, tapi iman ibrani kepada G-d Pencipta dan Raja alam semesta yang dinyatakan secara total dan konsisten dalam way of life mereka sehari-hari (lepas dari kenyataan bahwa mainstream bangsa Yahudi tidak/belum menerima Kristus Yesus sebagai Mesias yang dinantikan) adalah luar biasa. Melalui iman yang ditanamkan melalui mitzvot (613 ibadah mereka), tautan bangsa ini akan siapa G-d mereka, Torah dan diri mereka sendiri baik sebagai individu maupun sebagai bangsa, menjadi begitu solid, koheren dan tahan uji.

    Dalam pencarian saya, oleh kasih karunia Tuhan Yesus dalam RohNya, saya mengerti bahwa budaya ibadah Ibrani inilah yang pertama-tama seyogyanya kita pelajari dan terapkan, tentunya dalam konteks kehidupan kita sebagai orang Kristen. Bukan secara harafiah, tapi secara maknanya yang terdalam, seperti yang Tuhan kita katakan bahwa Dia datang bukan untuk meniadakan hukum Torat, tapi untuk menggenapinya. Dan karena kita dibenarkan bukan karena melakukan hukum Taurat, tapi karena iman kita kepada Anak Allah yang hidup.

    Bangsa-bangsa akan menjadi warisan orang percaya dan ini berarti adalah sangat mungkin anak cucu kita akan tersebar di bangsa-bangsa. Saat itu kita sudah tidak bersama-sama lagi dengan mereka dan kita tidak tahu dimana mereka akan bergereja, pengajaran apa yang akan mereka terima dsb. Satu hal dapat kita berikan kepada anak cucu kita: suatu budaya yang menjadi way of life yang dibangun di dalam keluarga dan yang dikembangkan berdasarkan sistem ibadah bangsa Yahudi (notabene berasal dari Pencipta kita) dalam pengertian dan iman kepada Yesus Kristus Tuhan kita yang adalah batu penjuru bangunan budaya tersebut. Selanjutnya, seperti dalam budaya Yahudi, budaya ini akan diteruskan anak cucu kita kepada anak cucu mereka.

    Jadi saya tidak akan pindah gereja, tidak akan berpolemik mengenai nama Tuhan, menggunakan atau tidak menggunakan bahasa Ibrani dalam doa2 saya, atau apakah ada dogma yang terasa “salah” atau kurang tepat dalam cara gereja dimana saya adalah anggotanya, semuanya saya terima sebagai bagian budaya gereja itu. Tuhan tokh membiarkan semuanya terjadi untuk suatu maksud yang seringkali tidak kita mengerti.

    Budaya ibadah Ibrani dalam terang kematian dan kebangkitan Yesus Kristus Tuhan dan semua kuasa yang terkandung di dalamnya, seperti tergambar dari Kitab Kejadian sampai kitab Wahyu akan memampukan anak cucu kita mempunyai iman yang teguh, karakter yang unggul yang terasah dalam suatu budaya yang Bapak kita sendiri ciptakan.

    Bukankan ada tertulis: bahwa kita telah dipotong sebagai cabang dari pohon Zaitun liar dan telah dicangkokkan pada pohon Zaitun sejati? (Roma 11: 24) Bukankah dikatakan juga bahwa jika pelanggaran bangsa Israel berati kekayaan bagi dunia, dan kekurangan bangsa Israel menjadi kekayaan bangsa-bangsa lain, terlebih-lebih kesempurnaan mereka (Roma 11: 12) BUkankan juga ada tertulis bahwa banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub dlam Kerajaan Surga? (Matius 8: 11)

    • Shalom bro Hadi,.. sungguh TUHAN sedang bekerja diantara umatNya yang berdiaspora,.. pemahaman yang Anda anut persis sama dengan apa yang kami pikirkan.Dibeberapa kesempatan, kami berdiskusi dgn orang-orang dari berbagai penjuru dunia, dan mendapatkan konfirmasi tentang hal ini. Roh TUHAN sedang bekerja, dengan ajaib. Kami juga yakin suatu kelak kita akan akan memerintah bangsa-bangsa bersama Messias Yesus Raja kita.

      Doakan kami, dalam waktu dekat akan membahas bagian Kitab Torah dalam tulisan di website ini, Tuhan Yesus memberkati.

  5. Mohon informasi untuk gereja mesianik di wilayah cibubur cileungsi or cibubur sekitarnya yang ibadah rayanya setiap hari sabtu. (tapi bukan gereja Advent). saya juga rindu belajar bahasa ibrani dimana saya bisa mendapat kamus bahasa ibrani. terimakasih sebelumnya.

    • Shalom Kendis,..
      Untuk sementara komunitas messianik belum berkumpul di wilayah cibubur dan sekitarnya, kalau Anda berkenan boleh hadir dalam ibadah raya setiap Sabtu bersama kami Messianic Indonesia Community. di wilayah Jatiwaringin silahkan hub. 08979795050

  6. saya sudah setahun ini mempelajari mesianik yudaisme sendiri dari bacaan2 dan internet dan saya sudah mantap ingin menganut kepercayaan ini karena saya merasa begitu cocok dengan pemahaman mesianik ini, tapi saya tidak bisa menemukan komunitas ini di tempat saya di Kalimantan timur…

    • Shalom,

      Senang berkenalan dengan Anda, Ribka.
      Memang membutuhkan waktu yang lama untuk dapat belajar dan menemukan akar iman kita. Pencarian yang tiada henti akan menemukan jalan dan kami yakin TUHAN YHWH juga akan membawa Anda untuk bertemu dengan orang-orang yang mencari DIA. Komunitas kami berlokasi di Jakarta, bila Anda membutuhkan informasi tentang messianik di Jakarta silahkan kontak kami di sdeardo@gmail.com

      Gerakan messianik sudah terjadi di seluruh dunia, dan dipastikan akan mempengaruhi kekristenan di Indonesia. Hanya dibutuhkan kesabaran dan kesiapan sehingga ketika saatnya tiba, materi pengajaran sudah tersedia. Di Jakarta sendiri komunitas Mesianik ada dimana-mana secara jumlah memang belum banyak tapi pertumbuhannya semakin meningkat. Seiring jalur informasi yang terbuka dari internet, Kami yakin gerakan ini tidak dapat dibendung. Bukan saja jemaat awam yang mau belajar dan menganutnya tapi juga para pemimpin gereja.

      Saudari Ribka, berdoalah supaya Bapa YHWH mempertemukan Anda dengan orang-orang pilihanNya. YHWH bless you in Yeshua HaMasiah our Savior and Lord.

  7. yang merasa benar biar hari ini ketemu yang di sembah trus bilang padaNYA bahwa “aku ” yang benar brani gak????????????

  8. Saya juga tertarik dgn Mesianik, setelah membaca buku berjudul “Berkat-Berkat Atas Taurat Tuhan” penulis Larry Huch. Saya mulai belajar menyambut Sabat secra pribadi dgn menyalakan 2 lilin pd Jumat petang dan mengucapkan Shabat Shalom. Setelah itu saya sering mencari informasi tentang Mesianik dan perayaan2 Yahudi dan merasa inilah yang Tuhan tunjukkan.
    Sayangnya di tempat sy yaitu di Kalimantan Barat belum ada komunitas ini.

    • Kami percaya Yeshua akan memulihkan kebeneran dan membawa serta mempertemukan umat-Nya dengan berbagai cara, termasuk melalui media ini. Terus belajar, dan silahkan gunakan link web yang ada di blog ini. Yeshua memberkati.

    • Kapan saya Anda boleh hubungi kami di 0897979-5050

  9. saya pengagum kekristenan tmur. seperti mesianik dan orthodox timur. tolong yang di bekasi hub saya. daniel_88schutzel@yahoo.com

    • kami senang bertemu dengan Anda. Yeshua Adonai bless you

      • hidup saya jadi berubah setelah mulai belajar mengenal Tuhan yang benar secara messianic. Kapan saya Anda boleh hubungi kami di 0897979-5050

      • Selamat terus belajar, pasti makin bertambah-tambah pengenalan akan YHWH melalui Yeshua. Boleh tahu Jesica tinggal di wilayah mana?

    • Hi, Daniel.. apa kabar? kami berkomunitas di Bekasi. Messianic Indonesia adalah tempat belajar dan bersukutu untuk mengenal BAPA? kapan saya Anda boleh hubungi kami di 0897979-5050

  10. untuk mesianik di jogja ibadah dimana ya??

    • Coba cek di Semarang, ada komunitas messianik bernama Gereja Alkitab Injili Nusantara, kalau di Jogja saya belum dapat kontak.

  11. ini no hp saya 087839823450,pin bb209babda

  12. selamat berjumpa teman2 pecinta Firman Tuhan, melihat diskusi dlm blok ini saya sangat senang bahwa sahabat semua dengan giat mencari kebenaran dalam Iman Kristen, sedikit menanggapi dan memberi pendapat untuk sahabatku penganut Mesianic dan YHWH dlm sejarah etomologinya Nama YHWH adalah nama yang Kudus dan tidak bisa disebut sembarangan bahkan dalam konteks Yahudi di mana nama itu diperkenalkan kepada Musa dan bangsa Isrel, karena itu mereka menggantinya menjadi Andonai, nama YHWH pun hanya konsonan dan oleh para ahli ibrani ditambah vocalnya menjadi YAHWEH, nama YAHWEH dalam perkembangan berikutnya juga disebut Yehova dan ini sering kita temukan dalam PL yang memang di tulis dalam bahasa Ibrani. sedangkan dalam Perjanjian Baru yang budayanya dipengaruhi oleh orang Yunani maka bahasa umum perjanjian Baru adalah bahasa Yunani maka kata YAHWEH ditranslitasikan menjadi Kyrios dalam bahasa Inggris LORD dan bahasa Indonesia TUHAN. pendapat saya jika memang kita ingin kembali ke asal tulisan Asli Alkitab khususnya teman2 Mesianic seharusnya semua tata cara ibadah dan bahasa harus kembali ke Perjanjian Lama, dan mentaati 613 hukum Yahudi, perlu dipahami bahwa konsep Mesianic yang dipahami Yahudi adalah Mesias yang belum datang dan masih dinantikan sampai sekarang. sedangkan Kekristen menyakini bahwa Mesias sdh datang bahkan sdh menyelesaikan misi penyelamatanNya di kayu salib dan yang kita nantikan sekarang adalah kedatanganNya yang kedua kali untuk membawa orang-orang percaya bersama-sama dengan Dia di Surga.

    • Terima kasih atas tanggapan dan penjelasannya, bro,.. Perlu diketahui Gerakaan Messianic bukanlah paham Yahudi yg menantikan Mesias. Gerakan Mesianic adalah gerakan yang mengajarkan Yesus/Yesus adalah Mesias yang sebenarnya yang harus dipercayai oleh orang Yahudi. GM ingin agar mereka sebagai pokok pohon zaitun, dapat bertemu dengan Mesias yang pernah mereka salib.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: