• Penanggalan Ibrani

    Oktober 2008
    S S R K J S M
    « Sep   Nov »
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031  
  • INFORMASI PENTING

  • Pendapat Anda

    josysuitela di HIPNOTIS ALKITABIAH ATAU …
    josysuitela di HIPNOTIS ALKITABIAH ATAU …

Film The Messiah

Sebuah film Yesus yang dituturkan dari cara pandang Islam baru saja diluncurkan di Iran . Hal ini menyebabkan berbagai reaksi dari komunitas Kristen,karena di film tersebut Yesus tidak mati disalibkan tetapi digantikan oleh Yudas Iskariot.

Judul film ini “The Messiah” – ditulis, di produksi dan disutradarai oleh seorang pembuat film dari Iran bernama Nader Talebzadeh. Film ini di buat di Iran dan Yesus pun dimainkan oleh seorang aktor Iran . Film ini dibuat berdasarkan apa yang Alquran tuliskan tentang Yesus dan berdasarkan Injil Barnabas – sebuah kitab yang tidak termasuk dalam kanonisasi Alkitab.

Film ini menyajikan dua penutupan film – dari sudut muslim dan Kristen tentang Yesus dan salib-Nya. Film ini memenangkan penghargaan dari Roma, Rome ‘ s Religion Today Film Festifal sebagai nominasi dialog antar umat beragama. Dr.Emir Caner, seorang dekan dari Southwestern Baptist theological Seminary merekomendasikan untuk orang Kristen menonton film ini, dan menanyakan beberapa hal berikut ini:

Kapan Yesus digantikan, menurut yang tertulis di Alquran?

Kenapa ibu dan para murid Yesus tidak mengenali bahwa orang yang mereka ikuti itu telah ditukar sebelum berada di atas kayu salib?

Apa tujuan ‘ Allah ‘ membutakan semua kerumununan termasuk murid-murid Yesus dan Maria ibu Yesus, sehingga mereka tetap berpikir bahwa Yesus lah yang sedang disalibkan?

Caner, yang juga seorang professor bidang sejarah, mengatakan bahwa dia percaya pada akhirnya dengan cara kita menonton sambil bertanya berdasarkan sudut pandang itu, kita bisa menerima film ini.

“Mungkin Orang Muslim dan Kristen akan menyadari melalui film ini bahwa Alquran hanya menawarkan suatu kemungkinan cerita yang mungkin terjadi saat itu, walaupun Alkitab sudah dengan jelas menuliskan sejarah mendetail yang dapat dipercaya dan telah dibuktikan bahkan pada saat ini.” Demikian Caner menuliskan pernyataannya.

Hampir secara keseluruhan “The Messiah,” penampilan Yesus dalam film ini mirip dengan fersi Yesus yang dibuat oleh dunia barat. Rambut pirang dan melakukan mukjizat. Hanya yang berbeda adalah bagaimana Yudas tiba-tiba secara ajaib berubah menyerupai Yesus dan menggantikan Yesus disalibkan.

“Dia (Yesus-red) bukan Anak Allah dan tidak pernah menjadi Anak Allah. Dia hanya nabi dan Dia tidak pernah disalibkan, itu adalah orang lain yang disalbkan menggantikan Dia,” Talebzadeh menyatakan kepada CNN.

Film fenomenal yang melibatkan hampir lebih dari 1000 orang ini
merupakan sebuah film terbesar yang pernah dibuat di Iran . Film ini telah dirilis di Iran saat ini, dan segera akan dapat disaksikan di Internet melalui CNN.

Dari Apalagi setelah Fitna?, 2008/10/14 at 2:43 AM Tanggapan diberikan Dian (Deesila@yahoo.com)

11 Tanggapan

  1. Mengapa orang-orang Nasrani alias apapun Kristennya agak sedikit resah atas film “The Messiah” ?!

    Jawabannya karena orang-orang Nasrani / Kristen jaman sekarang injil hanya dibaca saja tanpa dipahami dengan benar

    Sebab justru film The Messiah adalah pembuktian apa yang sudah di prediksikan di Injil Matius 28 : 11-15.

    Coba deh tengok – tengok alamat yang mengulas filmThe Messiah berdasarkan fakta dari semua kitab yang menyinggung soal “Episode penyaliban”, ini alamat yang saya temukan.

    http://filmthemessiah.blogspot.com

    • Ayat 11-15, perlu anda baca secara konteks menyeluruh…cerita itu bagian dari sekenario para pemimpin agama Yahudi yang menolak Yesus/Yesua Hamasiah sebagai yang ilahi, krn kehdiran Yesua akan merusak keberadaan mereka sebagai pemimpin yg mendapat penghidpuan dari ritual agama yg kebanyakan dibuat-buat demi kebuthan perut dan status sosial. Yesua Hamasiah/Isa Almasih adalah ancaman, sbb itu upaya pembunuhan terhdp beliau sudah dirancang sejak awal 3 tahun pelayananNya di tengah umat Israel. (Lihat, Mat12:14; Mat 17:23, Mat 26:4). Dan pembunuhan itu pun terjadi. Dapatkah Yesua melepaskan diri dari pembunuhan itu? ya jelas beliau dapat krn beliau adalah Ilahi (kalimatulah/firman Ilahi) yang menjadi manusia tanpa melalui persetubuhan dibuahkan dalam kandungan Maryam, dengan kuasa Rohulah/roh Ilahi. Sehingga Beliau disebut suci dan tak bernoda. Layaknya bayi tabung, janinnya adalah Kalimat/firman Pencipta yg menjadi janin dan dikandung dalam tubuh maryam. Itulah sebabnya ia layak menjadi pengganti semua manusia yang berdosa, keberadaannya yang suci dan kehidupannya selama 33 tahun yang tak berdosa. Menyiapkan beliau menjadi penggenapan pengurbanan anak Ibrahim/Abraham sebagai Anak Domba penghapus dosa manusia. Sebab itu beliau diangkat sebagai perantara antara manusia dengan Pencipta maka beliau diangkat sebagai Tuhan dan Juruselamat, sebab itu tidak mungkin kita bisa berada dengan Pencipta kita yang Suci kalau tidak melalui Yesua sebagai jalan penghapus dosa dan menuju surga. Itulah sebabnya Yesua disebut sebagai jalan yang lurus (sirotolmustakim). Kami pengikut Yesua siap berdiskusi tentang beliau…tidak ada pantangan bagi kami, bahkan ditengah caci maki terhadap pemimpin kami, kami tidak pernah membalas, pikiran kami selalu bersih, jernih dan terbuka karena demikianlah Yesua Hamasiah/Isa Almasih hidup sampai hari ini bagi kami dan semua orang yang mau percaya kepadaNya.

  2. Tanks God!
    Akhirnya film itu akan tersiah.
    Wajah-wajah akan diperdebatkan.

    Jesu akan dibicarakn lebih serius oleh lebih banyak orang.
    Jesus akan diuyak-uyak dgn lebih serius dan mendalam.
    Pekerjaan-Nya semakin diteliti
    Injil pun semakin dicari.

    Aku percaya,
    Segalanya mangkin terkuak.

    Salam Damai!
    NB:
    Mampir lagi dong. Do!

    • Ok, itulah bedanya Jesus, Yesua, Yesus, Yesu dengan pribadi yg lain, beliau itu terbuka untuk diselidiki (tidak pamali atau pantang) beda dgn pemimpin kepercayaan lain yg kalau dikritik atau dipertanyakan langsung marah bahkan melarang para pengikutnya berdebat tentang pemimpinnya. Maka Pengikut Yesus Mesias lebih banyak terdiri dari orang-orang cerdas, berpendidikan, dan demokratis. Sebaliknya pemimpin lain yang melarang pengikutnya mempertanyakan dirinya…menghasilkan para pengikut yang bodoh, bebal, keras kepala, dan mudah ditipu. Nah orang-orang seperti ini banyak di sekitar kita. so.. It’s wonderful tobe a Christian..isn’t??

  3. Allah Maha Tahu, tetapi sekarang ini manusia yang terlampau tahu !

    Ini ada alamat untuk introspeksi diri masing-masing.

    http://dosamanusia.blogspot.com/

  4. Adalah sebuah kenyataan yang tidak bisa dipungkiri, ISA a.s. (Yesus) adalah tokoh yang kelahiran dan kehidupannya telah menciptakan gelombang gerakan kemanusiaan yang luar biasa. Ia termasuk yang disebut Thomas Carlyle sebagai ‘pencipta’ sejarah.

    Seorang tokoh teladan kemanusiaan yang sangat penting keberadaannya dalam tradisi Kristiani dan Islam. Geoffrey Parrinder, seorang Kristiani, ahli teologi Islam di Oxford University, Inggris, menulis sebuah buku yang sangat unik dan menarik berjudul Jesus in The Qur’an (Oxford: Oneworld, 1995).
    Kajian Geoffrey Parrindar dalam bukunya, menunjukkan bahwa Yesus merupakan salah satu dari sekian nabi yang mempunyai kedudukan sangat tinggi dan terhormat dalam Islam.

    Yesus dalam Al Quran disebut ‘Isa.
    Nama Yesus berasal dari perkataan bahasa Aramia (serumpun dg bahasa Arab) di Syria, Yashua’ , dan dalam dialek Arab menjadi ‘Isa.

    Di dalam Al Quran terdapat tiga surat yang berkaitan dengan Isa, yaitu: surat Al Imran, Al Maidah, dan Maryam. Nama Isa disebut sebanyak 35 kali, dan umumnya turun pada surat-surat Madaniyah, sedangkan sebutan tidak langsung namun berkaitan dengan ‘Isa sebanyak 93 kali di dalam 15 surat. Al Quran memberikan sejumlah gelar kehormatan kepada ‘Isa as, setidaknya tiga gelar utama, yaitu: nabi, al-Masih dan Anak Maryam.

    Patut disayangkan, meskipun tercatat sebagai nabi, apresiasi ummat Islam terhadap tokoh ini masih minim, bahkan seperti terkesan asing. Yesus seakan-akan hanya ‘milik’ umat Kristiani.

    Padahal Isa atau Yesus juga adalah nabinya orang Islam.
    Kita sering lupa bahwa semua nabi adalah bersaudara dan mereka membawa misi tauhid.
    Apalagi di dalam rukun iman umat Islam diwajibkan untuk beriman kepada kitab suci dan nabi-nabi sebelum Islam.

    Dalam teologi Islam, Yesus memiliki status khusus sebagai salah satu nabi ulu’ al-‘azm, lima nabi utama dengan sejumlah keistimewaan, yang patut dihargai dan dihormati. Al-Qur’an menyediakan informasi yang mendetail tentang tahap-tahap kehidupan Yesus (as), dari kelahirannya, perjalanan dakwah tauhidnya, proses pengangkatannya ke haribaan Allah, serta kemunculannya kembali.

    Dalam al-Qur’an, banyak terdapat ayat yang menggambarkan penghormatan yang begitu tinggi terhadap Yesus.
    Dalam surah Ali-Imran ayat 45, Yesus digambarkan sebagai sebuah Kalimat dari Allah.
    Tentu saja penafsiran logos dalam teologi Kristen berbeda dengan penafsiran kalimat di kalangan umat Islam. Islam menyebut Yesus sebagai kalimat Allah justru untuk menegaskan statusnya sebagai nabi.
    Karena statusnya tinggi sebagai nabi, Yesus menjadi manifestasi sempurna dari Allah, orang yang menyampaikan pesan Allah, yang berkata atas nama Allah dan karenanya menjadi Kalimah Allah, bukan Allah itu sendiri yang berinkarnasi.

    Dalam penafsiran lain, ia diciptakan langsung dengan kalimat Allah yakni “Kun” maka terciptalah ia, tanpa melalui proses pencampuran sperma dan sel ovum sebagaimana kebanyakan kelahiran manusia pada umumnya.

    Selain digelari ‘Kalimat Allah’, Isa / Yesus juga disebut sebagai ‘Ruh Allah’.

    Allah swt berfirman: “Sungguh, Al-Masih Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan) dengan kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya”(4:171).
    Ruh adalah simbol paling nyata tentang eksistensi Tuhan. Karena itu, mungkin ini menjadi alasan bagi kalangan Kristen menganggap Yesus memiliki sifat ketuhanan.

    Sedangkan –mengutip bahasa Muhsin Labib- teologi Islam memahaminya sebagai ruh yang telah dibersihkan sedemikian rupa sehingga menjadi cermin yang dengannya Tuhan dikenal. Ibnu al-‘Arabi, dalam The Bezels of Wisdom (Fushus al-Hikam) mengatakan, “Biara menjadi suci bukan karena kesucian dalam bangunannya, tetapi karena ia merupakan tempat menyembah Tuhan”.

    Gelar yang lain kepada ‘Isa ialah al-Masih (messias, mashiah, kristus), yang arti harfiah ialah “diurapi”.

    Sebelum Islam datang, kata al-Masih memang sudah dikenal di tanah Arab ( Timur Tengah).

    Di dalam Al Quran sebutan al-Masih disebutkan sebanyak 11 kali, semuanya dalam surat Madaniyah.

    Di dalam bahasa Ibrani kata mashiah digunakan untuk mengacu pada seorang juru selamat yang dinanti-nantikan. Kata itu kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani menjadi Kristos.

    Jadi, nama Isa al-Masih adalah identik dengan Yesus Kristus.
    Bisa juga kata al-masih dikaitkan dengan kata masaha dalam bahasa Arab, artinya membasuh atau menyucikan. Gelar lain yang sering disebut di dalam Al Quran ialah Anak Maryam (‘Isa Ibn Maryam).

    Kisah kelahiran ‘Isa Ibn Maryam dijelaskan dua kali secara rinci dalam Al Quran. Memang para malaikat memberi tahu Maryam akan kedatangan sebuah kalimah (perkataan atau logos) dari Tuhan ‘yang bernama al-Masih” (Q. 3:45). “Anak Maryam dan ibunya” dikatakan telah dipilih sebagai tanda karena ia memberikan keterangan dan bukti-bukti tentang Tuhan (Q. 2: 87, Q. 23:50, Q. 43:63). Seorang pakar tafsir modern, Baidawi, mengatakan bahwa gelar Anak Maryam dipakai untuk menunjukkan dan membuktikan bahwa ‘Isa dilahirkan dan merupakan anak manusia, bukan anak Tuhan sebagaimana dalam doktrin Kristen.

    Keistimewaan lainnya, nama Al-Masih Isa putra Maryam adalah pemberian langsung dari Allah SWT, tidak sebagaimana kelahiran anak pada umumnya, anggota keluarganyalah yang memberi nama.

    Allah berfirman : “(Ingatlah) ketika Malaikat berkata, “Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) dari-Nya, namanya Al-Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan salah seorang di antara orang-orang yang didekatkan (kepada Allah).” (Qs. Ali Imran: 45)

    Misi Para Nabi

    Sebagaimana telah dituliskan, menurut Al-Qur’an, Yesus Kristus hanyalah anak manusia dan posisinya sama dengan nabi lainnya yang di utus oleh Tuhan Semesta Alam untuk menciptakan keadilan di muka bumi.

    Sebagaimana nabi lainnya, Yesus pun memiliki kuasa (eksousia) sehingga mampu memperlihatkan mukjizat sebagai tanda atas kenabiannya.

    Mukjizat itu sebagaimana digambarkan dalam Surah Al-Maidah ayat 110 diantaranya, mampu berbicara sejak baru dilahirkan, membentuk burung dari tanah, mampu menyembuhkan orang buta bahkan menghidupkan orang yang telah mati, yang kesemuanya itu terjadi dengan seizin Allah SWT.

    Namun, yang paling penting dari status kenabian Yesus, bukan pada kemampuannya memperlihatkan mukjizat, tetapi kepeduliannya terhadap orang-orang menderita sakit, miskin, tertindas, dan orang-orang yang sesat jalan hidupnya.

    Diantara misi perjuangan para nabi dan pelanjutnya yang ditegaskan Al-Qur’an adalah melepaskan dari beban berat dan belenggu-belenggu yang memasung kebebasan ummat manusia (Qs. Al-A’raf : 157).

    Al-Qur’an menggambarkan ajaran yang dibawa para nabi adalah ajaran yang penuh antusias dan menawarkan mimpi besar tentang kesejahteraan dan keadilan, roh perjuangan mereka adalah memerdekakan manusia dari segala bentuk penindasan dan penyembahan kepada sesama makhluk.

    Sedangkan para nabi dan rasul adalah revolusioner. Mereka diutus Allah untuk mengubah dunia sesuai dengan kehendak Ilahi. Nabi Ibrahim memproklamasikan revolusi tauhid menentang kemusyrikan dan tirani Namrudz.

    Nabi Musa membebaskan bangsa Israel dari perbudakan Fir’aun.

    Nabi Isa as (Yesus Kristus) mendeklarasikan revolusi spritual melawan kekuasaan tirani Imperium romawi.

    Injil menulis tentang Yesus as “Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka” (Wahyu 21:4).

    Soal Natal

    Dari sini, umat Kristiani kiranya perlu mencatat bahwa umat Islam hanya memandang Yesus (Isa) sebagai juru selamat, sama dengan seluruh nabi lainnya.

    Karena fungsi kenabian adalah menyelamatkan umat manusia dari belenggu-belenggu yang memasung pundak-pundak mereka.

    Yesus (as) pada masanya sebagaimana Muhammad yang diutus di akhir zaman adalah sebagai rahmat bagi semesta alam.

    Al Quran menyebutnya sebagai “sebuah tanda bagi alam semesta” (Q. 21:91) dan dia diutus “untuk Kami jadikan tanda bagi manusia” (Q. 19:21). Karenanya, perayaan Natal semestinya tidak dipandang hanya sebagai hari raya kelahiran Yesus sebagai putra Tuhan sesuai teologi Kristen semata, sehingga tidak terkesan hanya milik umat Kristiani saja.

    Melainkan juga perlu dipandang dan ditradisikan sebagai hari raya kelahiran Yesus, Nabi Isa (as) Sang Kalimat dan Ruh Allah, sebagaimana diyakini umat Islam.

    Dalam teologi Islam, wajib mengimani keseluruhan nabi tanpa memilah-milah.

    Bagi saya penggalan do’a Yesus, “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari kelahiranku, pada hari wafatku, dan pada hari aku dibangkitkan kembali.” (Qs. 19 : 33) menunjukkan hari kelahirannya adalah sesuatu yang patut dihargai.

    Bahwa kemudian Nabi Isa “dijadikan” Anak Tuhan oleh umat Kristiani, adalah suatu hal yang lain lagi, yang tidak mengurangi arti ucapan Yesus itu.

    Artinya, Natal (hari lahir Yesus) diakui oleh kitab suci al-Qur’an sebagai hari yang mulia, juga sebagai kata penunjuk hari kelahiran beliau harus dihormati oleh umat Islam juga.

    Kalau Yesus (as) dan pengikutnya menjadikan hari turunnya hidangan dari langit buat mereka sebagai hari raya (baca Qs. 5 : 114) maka hari dimana nabi dilahirkan yang diutus Tuhan untuk menyajikan hidangan akal dan ruhani yang menyelamatkan manusia maka lebih patut lagi untuk dijadikan hari raya.

    Maka secara pribadi, tidak ada ganjalan psikologis sedikitpun untuk turut merayakan Natal sebagaimana penulis yakini tentang Yesus sebagai salah satu Nabi Allah, yang tentu saja dalam bentuk dan maksud yang berbeda.

    Adalah benar bahwa makna perayaan hari besar suatu agama tidak mesti bertempat pada kuatnya akurasi hitungan hari dan tanggal, tapi bagaimana merevitalisasi makna-makna di balik perayaannya.

    Karenanya, tidak perlu berlarut-larut mempersoalkan 25 Desember yang diyakini kaum Kristiani sebagai hari kelahiran Yesus, kalaupun umat Islam tidak menerimanya, izinkan mereka mengekspresikan keyakinan mereka, bagi mereka amal mereka, bagi kita amal kita.

    Wahai ISA Putra MARYAM, aku percaya engkaulah nabi dan rasul utusan ALLAH, yang terlahir atas kekuasaan ALLAH dari wanita shaliha Sang Bunda Maryam di Kota Baitullahim, di tanah Arab Palestina.

    Engkau akan turun kembali ke dunia guna menyelamatkan umat manusia dengan mengembalikan manusia ke ajaran Tauhid (Islam) sesuai syariat Nabi Besar Muhammad SAW, nabi akhir zaman.

    Wallahu’alam bishshwwab.

  5. apalagi saya sbg Abdi Allah Abraham..sbgmna Yesus menggenapi nubuat2 para nabi sblmnya;Yesaya,yeremia,daniel sampai Yahya(Yohanes) akan menggenapi nubuat2 dalam Bible,Eugelion maupun Alqur’an,,,kami dari Komunitas millah Abraham siap berdiskusi dgn anda yang peduli akan kebenaran dan firman Tuhan baik dari saudara kami muslim maupun saudara kami kristiani..damai sejahtera..081703895092(HP)

  6. Yang jelas sbg Abdi Allah Abraham..sbgmna Yesus menggenapi nubuat2 para nabi sblmnya;Yesaya,yeremia,daniel sampai Yahya(Yohanes) akan menggenapi nubuat2 dalam Bible,Eugelion maupun Alqur’an,,,kami dari Komunitas millah Abraham siap berdiskusi dgn anda yang peduli akan kebenaran dan firman Tuhan baik dari saudara kami muslim maupun saudara kami kristiani..kabar gembira bagi saudara kami bangsa Indonesia ,Kerajaan Tuhan/kholifatullahu fil ardl sdh dekat..damai sejahtera..081703895092(HP)

  7. Mengapa hanya nama asli “Yesus” saja yang tidak tertulis dalam Al Quran ?

    Karena Al Quran masih merupakan sebuah misteri bagi pembacanya.

    Lihat ulasannya di alamat:

    http://misteriquran.blogspot.com/2010/09/misteri-kitab-al-quran.html

  8. Disalib atau tidak di salib, mati atau tidak mati diangkat atau tidak diangkat, YESUS BUKANLAH TUHAN, YESUS MANUSIA MULIA SANG JURU SELAMAT UTUSAN ALLAH.
    “Jika Allah Tuhan Bapak mengiklaskan Yesus puteranya di salib oleh penguasa romawi atas fitnah rahib yahudi, maka berterimaksihlah kepada penguasa romawi dan rahib yahudi karena telah menjalankan titah Allah, Tetapi Jika Allah Tuhan Bapak Murka puteranya di salib maka yang seharusnya disembah adalah penguasa romawi dan rahib yahudi karena Allah tidak mampu berbuat apa-apa untuk membela puteranya dan telah dikalahkan oleh pasukan romawi dan rahib yahudi”.

    KEDUANYA HAL YANG MUSTAHIL, Karena Yesus tidak pernah disalib, atau kalaupun disalib kemudian dihidupkan kembali, Yesus bukan anak Allah, dia seorang Nabi Mulia Sang Juru Selamat yang bisa mati dengan cara apapun, seperti pendahulunya Abraham dan Musa. Jika Allah menjadikannya tanpa seorang Bapak itu keistimewaan Yesus, sebagaimana Allah menjadikan Adam Manusia pertama tanpa kehadiran Ibu dan Kehadiran Bapak.

    • Anda boleh uji sendiri, karena Yeshua hidup.. PASTI bila Anda minta DIA datang menyatakan diri,..maka IA akan datang kepada Anda…COBALAH..karena Yeshua mengasihi Anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: