• Penanggalan Ibrani

    Mei 2008
    S S R K J S M
    « Apr   Jun »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  
  • INFORMASI PENTING

  • Pendapat Anda

    josysuitela di HIPNOTIS ALKITABIAH ATAU …
    josysuitela di HIPNOTIS ALKITABIAH ATAU …

Di Babilon purba, peran sebagai raja bukan saja untuk memerintah tapi juga berperan melakukan pelayanan sebagai imam. Salah satu upacara yang dipimpinnya adalah upacara peringatan akan hari -hari terpendek musim dingin (masa dimana matahari tidak bersinar selama hari -hari lain di dalam setahun/solstice winter) sekitar 25 Desember yang kemudian di anggap sebagai hari lahirnya matahari. Hari itu adalah hari besar yang dirayakan dengan tukar menukar hadiah dan dengan pohon yang selalu hijau sepanjang tahun yang suci/the sacred evergreen tree. (Agama Babilonia dan Asyria/Babylonian and Asyrian Religion, Encyclopedia Britanica, edisi 11).

Tidak hanya penyembahan berhala Babilon yang mengikutsertakan matahari, tetapi juga penyembahan dari masing -masing penerus Babilon pada saat kejayaan mereka, pertama kali di Persia dan selanjutnya terjadi baik di Yunani dan Roma. Pada kenyataannya, di masa ketika empat binatang Daniel muncul, penyembahan matahari bangkit untuk berkedudukan sebagai agama kekaisaran.

Persia adalah penerus pertama dari Babilon. Agama Persia kuno berpusat pada penyembahan Mithras, dewa cahaya. Bagaimanapun juga, sebagai hasil dari pengaruh Babilon, Mithras menjadi teridentitaskan juga sebagai dewa-matahari Babilon. Bangsa Yunani dari Asia Kecil mengidentifikasikan Mithras dengan dewa-matahari kuno mereka, Helios (ingat Helleinisme), dan berperan dalam penyebaran penyembahan matahari ke daerah barat. Aleksander yang agung bepergian ke Mesir ke kuil Amon-Ra untuk dinyatakan oleh imam sebagai anak yang sesungguhnya dari dewa matahari. Dan bagaimanakah dengan Roma?

Mithras, yang diketahui sebagai dewa matahari/Sol Invictus Roma, menjadi pemberi kekuasaan dan kemenangan kepada rumah tangga kekaisaran (Mithras,-Encyclopedia Britannica, edisi 11). Lempriere Classical Dictionary menyatakan bahwa Sol, dewa matahari Roma, disembah sebagai Baal atau Bel dari Kaldea [Babilonia]-(halaman 590). Penyembahan terhadap dewa matahari dan simbol-simbolnya di adopsi oleh kekaisaran Roma dari kekaisaran yang sebelumnya dan diteruskan kepada seluruh dunia barat!

Pada Siria modern saat ini, terdapat sebuah desa Arab yang kecil yang dipanggil Baalbek. Disana terdapat reruntuhan dari dua kuil -kuil agung yang dulunya pernah menjadi kebanggaan Heliopolis, -Kota Matahari-Roma Yunani. Perhatikanlah penjelasan dari ahli sejarah Will Durant: -Kaisar Agustus telah menanamkan sebuah koloni kecil disana yang mana kota kecil tersebut kemudian tumbuh sebagai kursi suci bagi Baal -dewa matahari Baal di bawah Antonius Pius dan penerusnya yang adalah ahli arsitektur dan insinyur Roma, Yunani dan Siria membangkitkan, di sisi kuil Baal Punisia kuno, suatu bilik suci bagi Iuppiter Heliopolitanus-(Kisah dari Peradaban/The Story of Civilization, Will Durant, vol 3, hal 511).

Oleh karenanya Yupiter bangsa Roma akhirnya diketahui pula sebagai Baal, dewa matahari kuno. Sebuah pusat penyembahan berhala matahari besar lainnya adalah kuil Heliopolis di Mesir, dimana terdapat sebuah batu obelisk besar bagi matahari yang dianggap suci. Di sekitar tahun 40M, kaisar Roma Kaligula memindahkan batu obelisk ini di stadionnya di Bukit Vatikan. Di tahun 1586, atas perintah Paus Sixtus V, batu obelisk kuno ini, dengna tinggi 83 kaki dan berat 320 ton dipindahkan ke suatu tempat yang tidak jauh dari tempat asalnya. Pekerjaan pemindahan ini membutuhkan 800 orang pekerja, 160 ekor kuda dan 45 mesin derek. Batu obelisk ini dengan tepat diletakkan di suatu lokasi yang menghadap ke Katedral Santo Petrus sampai hari ini. Pada zaman Roma kuno, sebelum zaman -zaman kekaisaran, terdapat penyembahan yang ditujukan kepada Sol, dewa matahari. Pada buku -Parrinder World Religions from Ancient History to the Present-(Agama -agama di dunia mulai zaman kuno sampai saat ini dari Parrinder) mendiskusikan perkembangan dari penyembahan matahari sebagai agama Roma: -Adalah sesuatu yang tidak usah dipertanyakan lagi jika sejalan dengan berpindahnya pusat kekuatan kekaisaran Roma ke timur maka penyembahan terhadap matahari pun tumbuh menjadi semakin kuat. Penyembahan terhadap matahari ini memang sudah kuat di dalam propaganda kekaisaran; Rumah Emas Nero (Nero Golden House) adalah suatu tempat yang tepat bagi tumbuhnya ajaran penyembahan terhadap matahari, sedangkan Antonius sendiri menyetujui cara penghormatan yang unik terhadap matahari. Dibawah kekuasaan dinasti Severan, penyembahan terhadap matahari menjadi dominan; dewa matahari digambarkan memiliki jenggot Severus yang unik, dan kaisar mengambil gelar INVICTVS (yang artinya tidak terkalahkan), yang adalah suatu simbol agung yang mempersatukan dan sesuatu yang ingin dicapai oleh seluruh orang di kekaisarandi tahun 274M, Aurelian menjadikan dewa-matahari sebagai dewa tertinggi kekaisaran Roma (Parrinder, hal 175). Aurelian, kaisar dari tahun 270M sampai 282M, mempersalahkan tidak adanya kesatuan dalam beragama sebagai penyebab kekacauan moral dan politik Roma pada abad ketiga. Oleh karenanya, ia berusaha untuk mempersatukan seluruh kekaisaran di dalam -penyembahan terhadap dewa-matahari dan terhadap Kaisar yang diposisikan sebagai imam dari dewa matahari.Ia membangun di Roma sebuah kuil yang indah bagi Matahari, yang ia harapkan, dewa Baal Emesa dan dewa Mithrais akan dapat dipersatukan. Aurelian mengajukan bahwa monarki yang dipengaruhi oleh penyembahan terhadap matahari telah dimulai oleh Elagabalus dan akan terlengkapi di dalam Diocletian dan Konstantin-(Durant, halaman 639).

Konstantin, yang dinyatakan sebagai kaisar Kristen Roma pertama, ternyata adalah seorang penyembah dewa-matahari. -Pada kenyataannya kekristenan kaisar Konstantin sangatlah tidak jelas/ambiguous. Keluarganya adalah penyembah setia dari dewa matahari kuno; penglihatan akan salib yang terjadi ketika ia berjalan di Roma datang kepadanya dari matahari; matahari tetap muncul di dalam mata uang logamnya selama dekade tersebut, dan di dalam petinya di Roma; patungnya di Konstantinopel memiliki lingkaran binaran sinar dari dewa matahari (Parrinder, halaman 175). Di abad pertama, hari -hari di dalam seminggu yang memiliki nama ketujuh planet menjadi terkenal di Roma. Tujuh hari di dalam seminggu tersebut sesungguhnya berasal dari penciptaan (Kejadian 1) dan pengetahuan akan pergantian minggu yang benar sesungguhnya dimiliki dan yang tetap dipertahankan oleh orang Yahudi. Bagaimanapun juga, di dalam Babilon purba masing -masing hari dari tujuh hari tersebut menjadi dihubung -hubungkan dengan apa yang oleh orang kuno disebut tujuh planet: Sun, Moon, Mars, Mercury, Jupiter, Venus dan Saturn/Matahari, Bulan, Mars, Merkuri, Yupiter, Venus dan Saturnus. Hal ini sangatlah penting untuk diketahui karena hal ini mempersiapkan suatu tanda, atau cap dari penyembahan matahari kuno yang akan secara permanen dicapkan kepada dunia kekristenan oleh kekasiaran. Ensiklopedia Britanica mencatat, -penyembahan hari Minggu/Sunday untuk pertama kalinya tersebut dipaksakan sebagai ketetapan sah oleh konstitusi Konstantin di tahun 321M yang memberlakukan peraturan bahwa seluruh pengadilan, penduduk kota dan pusat perbelanjaan haruslah beristirahat di hari Minggu/Sunday (verabili die solis)-(-Sunday-edisi ke-11). Dengan menggunakan istilah Latin yang secara tepat diterjemahkan sebagai -hari matahari yang patut dihormati,-Konstantin membuat hari pertama dari seminggu sebagai hari yang diperuntukkan bagi Sol, matahari (hari ini telah dirayakan mulai zaman kuno). Melalui pengumuman kaisar Roma maka suatu tanda dari Babilon kuno dan penyembahan atas matahari secara paksa dicapkan kepada penduduk kekaisaran Roma. Tanda tersebut, dengan simbol -simbol yang berhubungan dengan penyembahan matahari lainnya akhirnya tetap terus ada mulai dari masa abad pertengahan sampai masa sekarang ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: