Akhir Zaman (seri pengajaran)

Apakah Akhir zaman = Yesus Kristus akan datang?
MATIUS 24:2-14, 36-39

36.Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri.” 37 “Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. 38 Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, 39 dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.
Yesus sebagai hamba dan anak manusia jelas tidak tahu… NAMUN Yesus sebagai Firman yang keluar dari Bapa (baca: YHWH) jelas tahu “Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan” dalam hal kapan akhir zaman datang Yesus bukannya tidak tahu tapi belum diberitahu sebab Yesus hanya mengatakan apa yang harus diberitahu Bapa kepadaNya.

YESUS KRISTUS AKAN DATANG KEDUA KALI namun masalah pokok yang mendasar adalah
1. Siapa yang tahu kapan kedatangaNya?
2. Apa saja tanda-tanda kedatanganNya?
3. Apakah Israel menjadi tanda utama?
4. Siapakah Anti Kristus 666 itu?

Mari kita bahas topik ini satu per satu.

1. Siapa yang tahu kapan kedatanganNya?
Jelas sekali ketika Yesus ditanya kapan Akhir zaman tiba, Yesus tidak memberikan jawaban yang memuaskan para penanyanya. Seperti disinggung sebelumnya Yesus dalam posisinya sebagai Hamba yang hanya mengatakan apa yang diberitahu BapaNya, tentu membatasi diri untuk menjawab pertanyaan yang memang belum waktunya bagi Bapa untuk memberitahu para murid. Namun bukan berarti Yesus tidak akan memberitahu murid-muridNya karena Ia pernah berkata kamulah sahabatku (Yoh 15:14-15)
Baca selebihnya »

GEREJA YANG MENGABDI (Kisah 2:40-47)

Data Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), ada 86 aliran gereja yang tercatat sebagai anggota PGI, ini belum termasuk jumlah gereja yang tergabung dalam Persekutuan Injili Indonesia (PII, PWI, dan Lembaga sinode lainnya).
Seharusnya dengan jumlah yang sedemikian gereja memiliki pengaruh signifikan bagi keadaan negeri ini. Dalam Kisah 2:40-47 yang sedang kita baca, jumlah orang percaya pada waktu itu kurang dari 10,000 orang namun mereka dapat mempengaruhi bahkan dikatakan mampu menguncangkan dunia.(lih. Kis 17:6)
Sebaliknya keadaan Kekristenan di Indonesia, jauh berbeda, jumlah gereja dan sinode yang terus bertambah nampaknya tidak banyak memberi pengaruh bagi perbaikan bangsa ini.
Sebuah opini yang berkembang dalam masyarakat kristen adalah bahwa tugas untuk menyelesaikan masalah-masalah yang muncul dalam masyarakat bukanlah tugas bagi gereja, karena gereja hanya berhubungan dengan masalah-masalah rohani saja. Ini terjadi karena gereja sangat dipengaruhi oleh cara pandang yang dikotomis tentang dunia. Pandangan yang menekankan tentang keberadaan (eksistensi) dua alam yang independen, terpisah, tidak dapat direduksi/dikaitkan bahkan alam atas lebih baik daripada alam bawah yang merupakan pandangan dualisme. Implikasi praktis bagi gereja yang terpengaruh (sadar atau tidak sadar) pandangan ini adalah memperlakukan realitas-realitas materi dengan masa bodoh, acuh tak acuh bahkan malah membencinya.
Pelayanan yang utuh pada hakekatnya menghubungkan secara tepat dan benar tiga sisi Tugas Panggilan Gereja yaitu Koinonia (Persekutuan), Marturia (Kesaksian) dan pelayanan (Diakonia).
Dalam Kisah 2:40-47 ini terlihat para rasul dan orang-orang percaya melaksanakan tiga tugas panggilan tersebut secara utuh. Ini adalah pola yang Yesus juga lakukan saat ia melakukan pelayanannya di dunia. Dalam Mark. 3:14-15, Yesus menetapkan 12 murid (bentuk persekutuan) untuk menyertai Yesus dan diutus memberitakan Injil (Marturia) dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan (Diakonia). Ketiga tugas panggilan ini harus saling terkait, karena persekutuan gereja harus terarah keluar yaitu Persekutuan yang bersaksi dan melayani.
Oleh karena itu pelayanan utuh dari ciri Gereja yang mengabdi dapat dirumuskan sebagai berikut : “Gereja yang seutuhnya memberitakan Injil yang seutuhnya tentang Kristus yang seutuhnya bagi manusia dan dunia seutuhnya”. Gereja yang mengabdi artinya tidak terlepas satu dengan yang lain, dan selalu dalam kebersamaan dengan pihak lain. Injil seutuhnya artinya Injil bukan hanya tentang keselamatan jiwa tetapi juga tentang keadilan, kebenaran, perdamaian dan kesejahteraan.

Blog Review on Jawaban.com

Terima kasih untuk Jawaban.com yang telah memberikan blog review atas blog GKRI JDC, ini berdampak dengan kenaikan pengunjung blog sederhana ini. Kami senang dapat bekerja sama dan terima kasih atas kritik dan saran yang diberikan kepada kami. Begitu juga kami ucapkan terima kasih atas kunjungan setia dari pemerhati blog ini, khususnya jemaat JDC dan GKRI . Dukungan doa saudara sekalian pasti berdampak bagi kami untuk terus berkarya demi pembangunan tubuh Kristus.

KUASA BELAS KASIHAN Mat 9:35-38

Definisi Belas kasihan: “Menampakan rasa simpati bagi penderitaan sesama, seiring keinginan untuk menolong” (Encarta Dictionary)
Adalah suatu keadaan kebahagiaan pribadi baik secara mental dan emosional dan memahami hidup secara bermakna yang mampu memiliki belas kasih. Ketika itu terjadi, karakter itu bersinar melalui diri nya. Ini menembus setiap tindakan dan kata – dan kehadiran orang tersebut akan menjadi kekuatan penyembuhan
Yesus adalah pribadi yang digerakkan oleh sifat belas kasihan yang besar.Bahkan TUHAN lebih menyukai belas-kasihan, dari pada persembahan dan penyembahan kita. (Mat 9:13)
Apa dampak bila kita memiliki belas kasihan?
1. BELAS KASIHAN MERUPAKAN PENGGERAK YANG DAHSYAT
“Belaskasihan” menggerakan – tindakan
Hati Yesus tergerak oleh belas-kasihan, kedatangan Yesus ke bumipun digerakkan oleh kuasa belas-kasihan?! Tangisan Yesus (Yoh. 11: 35, Jesus wept) telah membangkitkan Lazarus dari kematiannya.
Semuanya karena belas kasihan!

2. BELAS KASIHAN MEMBANGKITKAN KEBERANIAN
Yesus telah menebus kita dari perhambaan dosa, mengangkat kita dari hidup yang sia-sia menjadi berarti, dari miskin menjadi kaya, dari tak terpandang menjadi terpandang. (berada dalam kondisi yang bahagia). Keberanian untuk menyatakan bahwa seluruh milik saya adalah milik TUHAN sendiri, dititipkanNya kepada saya!. Dalam budaya Ibrani tidak dikenal kata ‘memiliki’. Itulah sebabnya di dalam Alkitab sering ditemukan pernyataan ‘yang ada padaku (padanya)’! Bukan milikku, melainkan yang ada padaku. Berarti harta kita adalah milik Tuhan. Keberanian untuk menyerahkan segala yang ada sebagai persembahan yang hidup, kudus dan berkenan (Rom 12:1-2)

3. BELAS KASIHAN MEMIUTANGI TUHAN

Sesungguhnya hidup di dalam berbelas-kasihan, adalah demi keuntungan manusia sendiri. Sebab Amsal 19: 7 mengajarkan: Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu.
Mzm. 126: Yang menabur dengan air-mata akan menuai banyak,

MINTA ROH BELAS KASIHAN

Jika anda mau menyaksikan kuasa belas kasihan bekerja didalam kehidupan anda, serta menikmati janji-janji TUHAN yang berkaitan dengan belas kasihan mintalah kepada TUHAN maka kita akan menerimanya.

Konser Album Baru Doen Moen

Don-Moen-Kembali-Gelar-Konser-di-Indonesia-Bertajuk-“I-Believe-There-is-More”Jakarta- Setelah delapan belas bulan absen meluncurkan album rohani, kali ini Don Moen kembali hadir dengan album barunya “I Believe There is More”
Untuk memperkenalkan albumnya Doen Moen mengadakan tour keliling dunia. Selasa (15/9) malam di gedung Istora Senayan, Jakarta konser album baru Doen Moen digelar. Selain mengadakan konser, Doen Moen bersama timnya juga melakukan Workshop Musikal, mulai mengenai sound engineer, multimedia, song writing, sampai worship leading.

Don Moen, malam itu menyanyikan 25 lagunya, diantaranya How Great is Our God dan Mi Corazon yang merupakan lagu yang banyak disukai oleh para penggemar Don Moen. Meskipun usianya saat ini 59 tahun, namun suara vokal Moen masih khas dan tetap sama seperti dahulu saat dia menyanyikan setiap lagu-lagunya.
Don Moen juga akan menggelar Konser dan Workshop berikutnya pada 16-17 September mendatang di Graha Bethany, Surabaya.